Olahraga

Wow, Pencak Silat Unair Berhasil Rebut 9 Medali di Singapore Open

Gemariau.com | Jumat, 01 Desember 2017 - 14:01:25 WIB | dibaca: 50 pembaca

Berita Terkait :

Kemampuan mahasiswa Indonesia dalam bersaing di kancah internasional patut diacungi jempol. Apalagi, bila prestasi yang diperoleh tidak main-main, yaitu 9 medali yang diraih oleh mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Universitas Airlangga (Unair).

3rd Singapore Open Pencak Silat Championship 2017 merupakan ajang yang digelar di Bedok Sport Hall Complex, Singapore, dan melibatkan 400 tim dari berbagai negara. Unair sendiri mengirimkan 16 atlet, dengan 14 di antaranya menyabet 3 medali emas, 3 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Eny Mayangsari berhasil menjadi salah satu atlet peraih medali emas setelah sebelumnya harus puas dengan peringkat kedua ajang Kejuaraan Dunia Perisai Diri International Championship 2017.

”Juara ini saya raih karena saya ingin mendapat juara satu, sebelumnya mendapat juara dua. Saya terus intensif latihan. Selain dengan teman-teman UKM, saya juga latihan dengan pelatih saya di luar UKM,” ungkapnya, seperti dilansir dari laman Unair, Jumat (1/12/2017).

Untuk mewujudkan keinginannya memperoleh juara pertama, atlet Perisai Diri itu harus berjuang melawan timnas Singapura lapis tiga, lapis dua, dan lapis satu atau dikenal sebagai atlet SEA Games.

Manajer tim, Teguh Satrio mengungkapkan kebanggaannya kepada IPSI Unair. Pasalnya, mereka hanya bagian dari beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang ruang lingkupnya sebatas internal kampus. Berbeda dengan atlet India dan Singapura yang difokuskan untuk kejuaraan pencak silat seperti saat ASIAN Games.

”Lingkup kami masih universitas dan tidak ada jurusan olahraganya. Apalagi, UKM hanya sekedar penyaluran hobi, berbeda dengan atlet luar negeri yang notabene benar-benar difokuskan untuk pencak silat. Misalnya, timnas India yang difokuskan untuk ASIAN Games, juga Singapura. Kami sangat bangga dengan prestasi UKM Unair,” tuturnya.

Walau hampir tertinggal pesawat karena lamanya kepengurusan benda tajam di bandara yang akan digunakan sebagai peralatan tanding, semangat kontingen Unair tidak patah semangat. Bahkan, meski sedang cedera, mereka tetap optimis dapat berprestasi.

”Turnamen ini merupakan pengalaman yang kali keenam bagi kami menjadi pasangan ganda putri. Waktu berangkat, kami sempat tertinggal pesawat karena harus mengurus properti untuk penampilan seni kami, seperti golok dan toyak. Sebelum berangkat, saya juga sempat patah tulang di kaki. Kami hampir ragu untuk menang, tapi tetap optimistis. Kalah menang harus tetap kami coba,” jelas Uswatun Khasanah dan Mu’afiah pasangan Ganda Putri dari UKM SH Teratai.

sumber : okezone.com



comments powered by Disqus