Hukrim

Warga Jalan Lintas Bono Heboh, Ditemukan Mayat Wanita Tanpa Identitas

Gemariau.com | Jumat, 12 Februari 2021 - 12:58:55 WIB | dibaca: 277 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Pelalawan, Warga Kecamatan Pangkalan Kuras mendadak menjadi heboh dan gempar. Pasalnya, sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan tewas membusuk di pinggir Jalan  Lintas Bono (Jalinbon)   Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras. Kamis (11/02/2021) sekira pukul 16.00 wib.

Kuat dugaan mayat remaja yang mengenakan baju kaos lengan panjang dan celana training berwarna hitam ini,  merupakan korban tindakan pembunuhan. Pasalnya, disekujur tubuh korban, ditemukan bercak darah yang telah mengering diduga akibat aksi kekerasan.

"Ya, saat saya melintas di Jalan Lintas Bono KM 3 mengendarai sepeda motor pada Kamis (11/2) sore lalu sekitar pukul 16.30 wib, saya melihat sudah banyak orang berkumpul. Saya pikir ada kecelakaan lalulintas, tapi ternyata ada penemuan mayat perempuan tanpa identitas," terang Anton Suardi, salah seorang warga Desa Balam Merah kecamatan Bunut kepada media,melalui selulernya, Kamis (11/2) malam kemarin.

Diungkapkan Anton yang berprofesi sebagai pemandu objek wisata gelombang Bono ini bahwa, berdasarkan pengakuan warga ditempat kejadian perkara (TKP), mayat tersebut pertama kali diketahui seorang pengendara sepeda motor yang mencium bau busuk saat melintas di Jalinbon tersebut, Kamis (11/2) sore sekitar pukul 16.00 wib. Karena penasaran, saksi ini berusaha mencari sumber bau tak sedap tersebut yang ternyata berasal dari sesosok tubuh manusia yang tak lagi bernyawa.

"Awalnya warga yang pertama kali melihat mayat itu, mengira bau busuk itu dari onggokan sampah. Tapi setelah didekati, ternyata adalah sesosok tubuh manusia. Dan karena terkejut, warga ini memberhentikan pengendara sepeda motor lainnya yang melintas di TKP. Sehingga, penemuan mayat dengan kondisi tubuh telah membengkak dan  diperkirakan meninggal dunia dua hari sebelumnya, membuat warga setempat menjadi heboh dan informasinya viral di media sosial," paparnya.

Dijelaskan Anton bahwa, mayat yang ditemukan dalam kondisi kepala telungkup ketanah ini, diketahui mengenakan baju kaos lengan panjang dan celana training hitam. Selain itu, dibagian punggung korban, ditemukan bercak darah yang telah mengering.

"Kalau melihat kondisi mayat itu, sepertinya korban pembunuhan yakni mutilasoli. Karena awalnya mayat itu seperti tidak utuh atau dalam kondisi tidak memiliki kepada dan juga kaki. Tapi, saat dievakuasi Polisi, ternyata mayatnya masih utuh. Untuk itu, kita minta Polisi dapat mengungkap identitas dan penyebab kematian korban," pintanya.

Dikatakan mantan Ketua PPK Kecamatan Bunut ini bahwa, warga melihat penemuan mayat tersebut, langsung memberikan laporan kepada pihak Polsek Bunut yang langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya, tim opsnal Polsek Bunut melaporkan penemuan mayat itu kepada Satreskrim Polres Pelalawan.  Hanya saja, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata lokasi penemuan mayat tanpa identitas berjenis kelamin perempuan itu, masuk dalam wilayah hukum Polsek Pangkalan Kuras tepatnya di Desa Dundangan.

"Dan setelah petugas Polres Pelalawan dan Polsek Pangkalan Kuras tiba dilokasi, mayat tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit. Kemudian, petugas memasang garis atau police line di lokasi penemuan mayat tersebut," tuturnya.

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIk ketika dikonfirmasi media melalui Kasat Reskrim AKP Ario Damar, Kamis (11/2) malam kemarin membenarkan adanya menemukan sesosok mayat sekitar pukul 15.00 wib. Mayat yang diduga berjenis kelamin perempuan ini, ditemukan di pinggir Jalinbon Simpang Bunut tepatnya di Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras yang berbatasan dengan Desa Balam Merah kecamatan Bunut.

"Ya pasca penemuan tersebut, jenazah korban tanpa identitas ini, telah kita bawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum dan otopsi," Kasat Reskrim seraya menyebutkan pihaknya belum bisa memberikan keterangan kronologis penemuan mayat tersebut karena masih melakukan olah TKP dan penyelidikan. (Sur)



comments powered by Disqus