Ekonomi

Waduh, DBH Riau Triliunan Rupiah Ditahan

Gemariau.com | Kamis, 18 Oktober 2018 - 03:30:43 WIB | dibaca: 121 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PEKANBARU - Ketua OKP Lingkar Anak Negeri Riau (LAN-R), Alwira Fanzary menyatakan, Dana Bagi Hasil (DBH) yang merupakan hak Provinsi Riau dengan nilai triliunan rupiah ditahan pemerintah pusat.

"Ini tindakan zalim yang nyata. Dan harus dipahami, DBH itu bukan pemberian dari pemeritahan pusat, tetapi hasil dari apa yang dikeruk dari Bumi Riau ini, lalu dibawa ke Jakarta," kata Alwira, Kamis (18/10/2018) melalui press releasenya.

Jika saat ini jumlah DBH Riau sudah mencapai Rp 2,6 Triliun tidak  disalurkan ke pemerintah daerah, ini terang perbuatan dan sikap otoriter rezim yang harus dilawan. "Pembangunan terhambat, infrastukur jalan di Riau ini memprihatinkan, tunjangan pegawai tak bisa dibayarkan, rasionalisasi anggaran juga dimana-mana. Perangkat desa, seperti di Rohil hampir setahun tak digaji. Bahkan infrastruktur yang seharusnya dibiayai pusat, seperti fly over di Pekanbaru dan kantor Mapolda serta Kejati pakai uang APBD juga, ini apa-apaan," tuturnya.

Jika rezim ini tetap mempertahankan sikaf otoriternya, sangat mungkin memantik perlawanan daerah kepada pemerintah pusat. "Bisa kita baca fenomena politik Riau sepekan terakhir ini. Kepala daerah se-Riau deklarasi dukung Jokowi untuk kembali memimpin, tapi jelas kepala daerah ini tidak bisa memberikan alasan yang kuat apa alasannya. Padahal kepala daerah ini sadar betul hak-hak Riau tidak diberikan. Lalu berselang beberapa hari, kepala daerah yang mendeklarasikan ini menjumpai beberapa petinggi negara di Jakarta. Satu dari sekian harapannya bermohon agar DBH disalurkan. Cara seperti ini sangat menyakitkan bagi seluruh masyarakat Riau. Apa harus mengemis-ngemis untuk mendapatkan hak kita? Jakarta harus ingat, di Sumatera ini selain Aceh, Riau juga pernah menyuarakan merdeka dengan segala pergerakannnya. Jangan pancing rakyak Riau untuk itu lagi," pungkasnya. (rls)



comments powered by Disqus