Peristiwa

Warga Masyarakat Berharap Agar Guru Su tidak lagi mengajar di SD 016

Waduh…. Murid SDN 016 Bukit Selasih Dipukul Guru Pakai Martil

Gemariau.com | Sabtu, 04 November 2017 - 14:32:45 WIB | dibaca: 403 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Terkait dugaan kekerasan terhadap murid yang terjadi di SDN 016 Bukit Selasih Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Inhu belum lama ini, belum ada tanda-tanda pihak Dinas Pendidikan melakukan tindakkan terhadap oknum guru SDN 016 Bukit Selasih.

Memastikan apa penyebab bisa terjadinya oknum guru SDN 016 melakukan kekerasan terhadap murid, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Pemkab Inhu mendatangi sekolah tersebut guna menyaksikan dan melakukan pendataan masalah.

DP3A Inhu membentuk tim bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Inhu, dengan menggandeng tim Psikologis dan Bantuan Hukum di Inhu untuk melakukan pertemuan dengan guru yang diduga melakukan tindakan kekerasan tersebut, dewan guru dan Kapek SDN 016 Bukitselasih, yang juga dihadiri dari KUPTD Pendidikan Kecamatan Rengat Barat dan komite sekolah.

Plt Kadis DP3A Pemkab Inhu yang juga Wakil Ketua P2TP2A Inhu, Isnidar dalam kunjungannya di SDN 016 Bukit Selasih, Jumat (3/11/2017) menjelaskan, pihaknya sudah mendengar terjadinya tindak kekerasan terhadap anak didik di SDN 016 Bukitselasih, maka mereka membuat tim untuk turun guna melihat langsung apa sebenarnya yang menjadi motif tindak kekerasan itu.

Menurut Isnidar, tim yang terdiri dari Dinas P3A Pemkab Inhu, P2TP2A Inhu, LBH Perlindungan Anak dan Perempuan, Psikologis dan KUPTD Pendidikan Inhu, dilakukan pertemuan dan akan dilanjutkan oleh pertemuan antara Psikologis, LBH dengan anak-anak yang diduga menjadi korban kekerasan.

Isnidar yang didampingi Kabid Perlindungan Perempuan, Dewi Devayanti SH, Kabid Perlindungan Anak Rika, Iqbal, dari KUPTD Pendidikan Rengat Barat Abdul Manaf SPd, Adi Ismanto SPd (Pengawas Sekolah) dan sejumlah staf menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim Psikologis yang masih bekerja melakukan tanya jawab dengan sejumlah murid yang diduga mendapatkan kekerasan dari guru mereka.

“Sayangnya guru yang bersangkutan berinisial Su, hingga saat ini belum hadir, namun nanti bisa dikunjungi ke kediamannya,” katanya.

Dua pengawas yang mewakili Dinas Pendidikan Inhu, Abd Manaf dan Adi Ismanto usai melakukan pertemuan saat dikonfirmasi datariau.com menjelaskan, peringatan dan saran yang sudah diberikan kepada guru yang diduga kerap melakukan tindak kekerasan terhadap anak itu sudah berulang kali diberikan, namun nampaknya tidak menghasilkan dampak yang signifikan.

Laporan masyarakat sekitar sekolah tempat guru Su mengajar sudah banyak masuk ke KUPTD Pendidikan Rengat Barat, bahkan warga minta agar guru Su tidak lagi mengajar di sekolah itu, sebab masyarakat trauma dengan apa yang kerap dilakukan guru Su terhadap anak didik, bahkan dikhawatirkan lebih dari apa yang telah dilakukannya.

Baik menurut Abd Manaf maupun Adi Ismanto, apa yang telah terjadi di SDN 016 Bukitselasih ini segera membicarakannya di Dinas Pendidikan Pemkab Inhu, guna pengambilan sebuah keputusan yang baik.

“Keputusannya nanti masih akan dibicarakan antara KUPTD Pendidikan dengan Kadisdik Pemkab Inhu, selanjutnya melaporkan permasalahan kepada Bupati Inhu untuk diambil keputusan,” urai mereka.

Ketua Komite SDN 016 Bukitselasih, Ismail Usman dikonfirmasi usai pertemuan menjelaskan, mereka tidak lagi mengkehendaki guru atas nama Su untuk mengajar di SDN 016 Bukitselasih itu, jika ternyata Su masih juga mengajar dikhawatirkannya masyarakat akan marah dan demo di SDN 016 ini.

“Sebaiknya Su secepatnya ditarik ke induk instansinya, artinya tidak lagi melakukan proses belajar mengajar di SDN 016 Bukitselasih, selanjutnya Kepala SDN 016 yang masih terbilang baru, agar mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini,” harapnya.(dr/gr).



comments powered by Disqus