Dunia

Tolak Presiden Sementara Aljazair, Demonstran Disemprot Meriam Air

Gemariau.com | Selasa, 09 April 2019 - 03:18:34 WIB | dibaca: 505 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Ribuan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di tengah aksi protes atas penunjukkan presiden sementara Aljazair (Selasa, 9/4).
 
Polisi di ibukota Aljazair menembakkan gas air mata dan meriam air kepada ribuan orang yang turun ke jalanan. Mereka menolak penunjukan presiden sementara yang baru karena merupakan bagian dari perintah yang ingin mereka singkirkan.
 
Aksi tersebut terjadi ketika parlemen Aljazair secara resmi mengukuhkan Ketua Majelis Tinggi Abdelkader Bensalah sebagai pelaksana tugas presiden selama 90 hari ke depan untuk menggantikan Abdelaziz Bouteflika, yang mengundurkan diri pekan lalu.
Partai Berkarya2
 
Bouteflika akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya setelah dua dekade berkuasa akibat gelombang protes yang terjadi sejak Februari lalu.
 
Al Jazeera memuat, pasukan keamanan bergerak ke arah ribuan pengunjuk rasa yang meneriakkan seruan "keluar dengan sistem". Polisi kemudian menyemprotkan gas air mata dan meriam air kepada pengunjuk rasa untuk membubarkan kerumunan.
 
Sementara itu, penunjukkan Bensalah sesuai dengan konstitusi Aljazair. Tetapi para pengunjuk rasa merasa tidak puas dengan langkah tersebut karena Bensalah adalah sekutu kunci Bouteflika dan orang dalam yang berpengalaman dalam bisnis.
 
Penunjukkan presiden sementara itu akan memungkinkan Aljazair untuk menyelenggarakan pemilihan.
 
Bensalah, yang tidak dapat mencalonkan diri dalam pemilihan presiden, tidak mendapat dukungan dari partai-partai oposisi, yang abstain dari sesi di parlemen.
 
"Saya diharuskan oleh tugas nasional untuk mengambil tanggung jawab yang berat ini untuk mengarahkan transisi yang akan memungkinkan rakyat Aljazair untuk menjalankan kedaulatannya," kata Bensalah.

Kekhawatiran pengunjuk rasa di Aljazair itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Bensalah adalah salah satu dari tiga tokoh yang ditunjuk oleh Bouteflika ke posisi penting negara tersebut. Paa pengunjuk rasa menjuluki mereka istilah "tiga B" karena nama mereka yang diawali huruf B.
 
Sosok lain yang termasuk tiga B itu adalah Noureddine Bedoui, yang ditunjuk bulan lalu sebagai kepala pemerintahan, serta Tayeb Belaiz yang memegang jabatan kepala Dewan Konstitusi.



comments powered by Disqus