Advertorial

TIM SATGAS Kebersihan DLHK Sudah Bergerak Sejak September 2017

Gemariau.com | Kamis, 07 Desember 2017 - 11:31:53 WIB | dibaca: 249 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM. PEKANBARU - Tim Satuan Tugas (Satgas) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, yang berjumlah sekitar 30 orang sudah di teken dan di SK kan Pj Walikota Edward Sanger SH MSi, pada bulan April lalu, hal ini sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan serta namanya  yang sudah diajukan ke Pemerintah Kota Pekanbaru. Tim Satgas sampah ini bertugas menangkap masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan Petugas ini berkeliling Kota Pekanbaru. Sanksi yang akan diberikan yaitu minimal kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta jika ada masyarakat yang membuang sampah tidak pada jamnya, serta membuang sampah sembarangan.

Setelah Pemko Pekanbaru membentuk tim Satgas yang resmi bekerja melakukan pengawasan di lapangan sejak September lalu, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT akhir pekan lalu mengungkapkan, saat ini Pemko Pekanbaru masih dalam tahap melakukan sosialisasi terhadap jadwal pembuangan sampah sesuai Perda. Dan Tahapan sosialisasi akan tuntas akhir tahun ini. Sehingga tahun depan, Pemko secara resmi akan memberlakukan saksi denda bagi warga yang membuang sampah diluar jadwal dan ditempat yang tidak resmi. Sesuai Perda nomor 8 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah, sanksi denda bagi warga yang membuang sampah sembarangan dan diluar jadwal yang sudah ditetapkan, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 50 juta.

Pemerintah Kota Pekanbaru membentuk satuan tugas (Satgas) berguna menanggulangi krisis sampah berkelanjutan yang terjadi di ibu kota Provinsi Riau tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Ciptakan Kebersihan Kota, DLHK Pekanbaru Sebar Tim Satgas di 15 TPS

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)  Kota Pekanbaru sudah mengerahkan personel setiap hari untuk mengangkut sampah yang ada di 15 titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang biasanya sampah menumpuk. Hingga kini di lokasi tersebut sudah bersih dan tidak terlihat lagi sampah yang bertumpuk dan berserakan. Adapun 15 titik tempat yang biasanya ada sampah bertumpuk itu seperti di Jalan T Tambusai, Jalan Arifin Achmad Jalan Soekarno Hatta Jalan Soebrantas serta yang lainya menjadi prioritas DLHK.

Warga berharap Satgas Kebersihan di Tempatkan di Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Keberadaan Satgas Kebersihan DLHK ini sangat dibutuhkan  masyarakat di jalan Rajawali Sakti Ujung, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, pasalnya sudang sering warga bersitegang dengan warga lainnya, saat mereka membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. Warga masyarakat berharap DLHK bisa menempatkan petugas satgas kebersihan ke jalan Rajawali Ujung ini. Mengingat lokasi ini lah, tumpukan sampah yang paling banyak di kelurahan Delima.

Iswadi, selaku staf bidang pengawasan peningkatan dan kapasitas DLHK pekanbaru yang ditemui usai melakukan patroli dijalan HRS soebrantas beberapa waktu lalu, mengatakan, untuk saat ini sudah ada 30 petugas pengawas sampah yang ditugaskan menjaga tempat pembuangan sampah yang tersebar di beberapa titik kota pekanbaru. Mungkin ke depannya akan ditambah lagi sebanyak 20 orang petugas yang akan ditempatkan di beberapa jalan alternatif yang banyak ditemukan tumpukan sampah yang sengaja dibuang oleh warga termasuk juga dijalan Rajawali Ujung.

SATGAS Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru saat ini sudah berjalan, namun tim yang bertugas menjaga kebersihan itu dinilai masih kekurangan anggota. Jumlah anggota Satgas hanya 30 orang. Sementara, yang harus diawasi tim ada 45 titik yang rawan terjadi tumpukan sampah. Dengan luas Kota Pekanbaru saat ini, DLHK butuh minimal 100 anggota Satgas.

"Jika hal ini bisa terealisasi maka tidak akan ada lagi tumpukan sampah di kota Pekanbaru," kata Kepala DLHK Pekanbaru Zulfikri di Pekanbaru, Rabu (6/12/2017).

Ia mengakui, tugas satgas Kebersiahan cukup berat. Mulai dari sosialisasi, pencegahan serta memberi sanksi kepada pelaku pembuang sampah sembarangan. Saat ini, DLHK Pekanbaru masih dalam tahap sosialisasi. Tahun depan, DLHK akan memberi efek jera bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan. "Mulai dari sanksi sosial hingga menjatuhi denda sesuai Perda," kata dia.

Ditanya sejauh mana upaya penambahan anggota, Ia menyebut pihaknya sudah melaporkan kondisi ini kepada Walikota hingga mengajukan anggaran ke BPKAD Pekanbaru. Ia berharap, pengajuan ini segera terealisasi, dan Pekanbaru terbebas dari tumpukan sampak.

Terlebih, fasilitas kebersiahan di kota Pekanbaru masih sangat minim. Seperti jumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) masih sedikit. Selain itu, masyarakat banyak yang belum tahu kapan jadwal pembuangan sampah.

"Jadi, banyak warga yang tidak tau ke ma na mau buang sampah. Dengan adanya satgas kebersihan ini akan memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk buang sampah tepat waktu yakni jam enam malam hingga enam pagi. Dengan begitu, tidak ada lagi tumpukan sampah di siang hari," Terangnya.



Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh Dinas Lingkungan Hidup & kebersihan Kota Pekanbaru Selain Bentuk Satgas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, sebelumnya pada Selasa, 31 Oktober 2017 lalu, juga melakukan Sosialisasi Pengelolaan Lingkungan Hidup di Fakultas Hukum Universitas Riau. acara di buka oleh Wakil Dekan II Fakultas Hukum Universitas Riau, Dr. Hayatul Ismi, SH., MH.

Penyampaian Materi tentang Pengelolaan persampahan di kota Pelanbaru Oleh Ibu Susi Indr, SP. kemudian Materi tentang ” Tata cara Pengelolaan Sampah dan kondisinya di Kota Pekanbaru” disampaikan oleh Ibu Weni Arizona, SKM. sedangkan Materi tentang  ” Pengelolaan Kompos” disampaikan oleh Bpk. Said Ahmad Zamzami, SE. (Adv-DLHK/Diskominfo)



comments powered by Disqus