Dunia

Temuan Fakta Amerika Serikat, Varian Delta Dominasi Dunia

Gemariau.com | Sabtu, 17 Juli 2021 - 19:39:18 WIB | dibaca: 136 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, WASHINGTON — Varian Covid-19 Delta kini mendominasi dunia. Hal ini dibarengi dengan lonjakan kematian di seluruh Amerika Serikat. Kesemuanya hampir berasal dari kalangan orang yang tidak divaksin, kata pejabat Amerika Serikat pada Jumat (16/7) kemarin.

Direktur Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), Rochelle Walensky, saat acara jumpa pers mengungkapkan bahwa kasus Covid-19 di Amerika Serikat meningkat 70 persen selama sepekan sebelumnya dan kematian naik 26 persen. “Wabah terjadi di sebagian wilayah dengan tingkat vaksinasi yang rendah,” kata CDC.

Berdasarkan data CDC, jumlah rata-rata sepekan terkait infeksi harian kini lebih dari 26 ribu kasus, jauh lebih tinggi dari sekitar 11 ribu kasus pada Juni.

"Ini menjadi pandemi bagi mereka yang tidak divaksin," katanya. Dia menambahkan bahwa 97 persen orang yang masuk rumah sakit karena Covid-19 adalah mereka yang belum divaksin.

Walensky mengatakan bahwa semakin banyak daerah di seluruh Amerika Serikat kini menunjukkan risiko transmisi Covid-19 yang tinggi. 

Perkembangan itu memutarbalikkan penurunan risiko transmisi dalam beberapa bulan terakhir. Sekitar satu dari lima kasus baru terjadi di Florida, menurut koordinator tanggap Covid-19 Gedung Putih, Jeff Zients.

Varian Delta, yang secara signifikan sangat menular dibandingkan Covid-19 versi asli, telah terdeteksi di sekitar 100 negara secara global dan kini menjadi varian dominan di seluruh dunia, kata pakar penyakit menular Amerika Serikat, Anthony Fauci.

"Kita sedang berhadapan dengan varian Covid-19 yang mengerikan," kata Fauci selama pembicaraan melalui telepon.

Walensky mendesak warga Amerika Serikat yang belum divaksin agar menerima suntikan COVID-19. Dia juga mengklaim bahwa vaksin buatan Pfizer dan Moderna terbukti sangat ampuh melawan varian Delta.

Menurut Walensky, masyarakat harus menerima dosis kedua vaksin, bahkan jika mereka telah melewati batas waktu penerimaan. 

Sekitar lima juta orang di Amerika Serikat telah mendapatkan vaksinasi dalam 10 hari terakhir, kata Zients, termasuk banyak di negara bagian yang sejauh ini memiliki tingkat vaksinasi yang rendah.

Dia menambahkan., Amerika Serikat memiliki vaksin yang cukup untuk dijadikan dosis penguat, namun otoritas masih berupaya menentukan apakah dosis ketiga tersebut memang diperlukan.   (*)

sumber : republika



comments powered by Disqus