Nasional

Do You Know The Main Cause of Forest Fires

Tahukah anda penyebab utama kebakaran hutan di Riau? Simak disini.

Gemariau.com | Rabu, 25 September 2019 - 14:25:46 WIB | dibaca: 264 pembaca

Kebakaran melanda lahan gambut di Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (28/7/2019).

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PEKANBARU - Kebakaran Hutan yang melanda Propinsi Riau umumnya banyak diakibatkan pembukaan lahan pertanian dan perkebunan baik dari perusahaan besar dan perusahaan-perusahaan kecil maupun garapan masyarakat.

Namun sangat disayang perusahaan-perusahaan besar dan kecil tersebut tidak pandang bulu dan tebang pilih dalam pemanfaatan lahan untuk dikelola oleh oknum pengusaha pemilik dan pimpinan perusahaan-perusahaan tersebut. Padahal semua perusahaan yang memiliki izin Hak Guna Usaha(HGU), dan Hutan Tanaman Industri(HTI), yang ada di Propinsi Riau telah memiliki AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), yang dibuat oleh mereka sendiri dan di ajukan untuk disahkan oleh pemerintah. sebagaimana dikatakan Kharimullah Tambunan, selaku Ketua Aktivis dari Lembaga Pengawasan Pembangunan Lingkungan Hidup indonesia(LPPLHI) yang berkedudukan di Pekanbaru Riau.
kepada gemariau.com, pada (25/9/2019).

Selanjutnya K. Tambunan juga mengatakan bahwa dalam pembukaan lahan sudah ada aturan mainnya. Pembukaan Lahan Gambut dilarang, sebagaimana Pemerintah memperkuat penegasan larangan bagi siapapun, baik masyarakat maupun perusahaan, untuk membuka lahan baru sampai ditetapkannya zonasi fungsi lindung dan fungsi budidaya pada areal Ekosistem Gambut melalui penambahan klausul baru dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 tahun 2016 sebagai revisi dari PP 71/2014 tentang Perlindungan dan Pemanfaatan Ekosistem Gambut (PP Gambut).

Akan tetapi para Oknum Perusahaan besar dan Kecil Pembuka Lahan di riau,  seperti PT. RAPP(RIAU PULP), ASIAN AGRI, WILMAR, SINAR MAS, INDAH KIAT, BRATASENA dan lainnya, rata-rata pernah membuka lahan bergambut.

Dilain sisi,  Syamsir salah seorang warga Langgam Kabupaten Pelalawan, merupakan saksi mata dalam sistem 
pembuatan parit gajah untuk mengatasi lahan gambut, agar gambut kering.

"Akibat membuka lahan gambut tentu perusahaan-perusahaan ini harus membuat parit gajah di kiri kanan lahan gambut tersebut, agar gambut tersebut kering," jelasnya.

"Dulu ditempat kami tidak ada kebakaran seperti yang terjadi sejak lebih kurang 25 tahun ini, sebab masyarakat tidak mampu mengelola lahan gambut untuk perkebunan dan pertanian, tetapi setelah perusahaan-perusahaan besar ini masuk, barulah dikelola lahan yang tidak terjamah masyarakat termasuk gambut yang mudah terjadi kebakaran," ujarnya.

"Jadi salah satu penyebab utama kebakaran hutan adalah gambut yang dikelola perusahaan yang membuat parit gajah sehingga air pada gambut tersebut kering dan mudah terbakar," ungkapnya.. [gr/64n]






comments powered by Disqus