Kab. Pelalawan

SUNGAI PEMATANG TERCEMAR AKIBAT LIMBAH PT IIS UKUI

Gemariau.com | Minggu, 14 Februari 2021 - 16:18:28 WIB | dibaca: 157 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Pelalawan, Terkait Pecah dan melimpahnya Limbah PKS 1 PT INTI INDOSAWIT SUBUR (PT IIS) UKUI yang telah mencemari Sungai Pematang meninggalkan dampak buruk bagi keberlangsungan hidup bagi hewan dan manusia yang ada disekitarnya. Persoalan Pencemaran Lingkungan ini sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius dari pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau maupun Pemerintah Pusat, terlebih lagi Gakkum KLHK ataupun Pihak Kepolisian sebagai penegak hukum.


Sebab diduga PT IIS Ukui telah melakukan kelalaian sehingga beberapa hari lalu tiga Tanggul Kolam Limbah yang pecah sekaligus sehingga limbah Pabrik masuk kedalam Sungai Pematang yang berimbas pencemaran dalam aliran Sungai tersebut.


Kepala Dinas Lingkungsn Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan Eko Novitra ketika dikonfirmasi gemariau.com melalui WhatsApp nya (09/02/2021) lalu, memberikan keterangan Resumen awal dugaan pencemaran lingkungan oleh usaha kegiatan PT Inti Indosawit Subur Pabrik Kelapa Sawit 1 (satu) dikecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan. Seperti ini keterangan nya.

  
Pada hari selasa pagi tanggal 02 Februari 2021 telah diterima surat pemberitahuan dari Mill 
Manager PT Inti Indosawit Subur Pabrik Kelapa Sawit 1 Kecamatan Ukui Kabupaten 
Pelalawan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau nomor ; 
009/Ext-PUS/02/2021 tertanggal 02 Februari 2021 bahwa telah terjadi jebolnya tanggul 
kolam air buffer limbah pada IPAL yaitu Kolam 8 (Secondary Anaerobic Pound 2), Kolam 
9 ( Secondary Anaerobic Pound 3) dan Kolam 10 (Sedimentation Pound). 


Pada hari yang sama Tim DLH Kab. Pelalawan, melalui surat perintah kepala dinas agar 
segera melakukan verifikasi lapangan. 
Pada saat verifikasi lapanganTim DLH melihat bahwa adanya jebolnya tanggul kolam air 
buffer limbah pada IPAL yaitu Kolam 8 (Secondary Anaerobic Pound 2), Kolam 9 (Secondary Anaerobic Pound 3) dan Kolam 10 (Sedimentation Pound). Berdasarkan 
keterangan awal pihak perusahaan bahwa kolam tersebut sebelumnya sudah tidak 
diaktifkan karena perusahaan sudah menerapkan penggunaan Biogas pada kolam sebelum 
tersebut (Primary Anaerobic Pound 1) dan hasilnya layak sudah dialirkan Land Aplikasi. 


Dinas Lingkungan Hidup Kab. Pelalawan yang disaksikan pihak perusahaan melakukan 
pengambilan sampel air dan mengukuran PH air insitu sebagai berikut : 
Sampel 1 berada lokasi Kolam 10 ( Sedimentation Pound). 
Sampel 2 berada di parit perusahaan yang berjarak 1 km dari lokasi Kolam 10 (Sedimentation Pound) 
Sampel 3 berada di lokasi hulu Sungai Pematang yang berjarak 3 km dari lokasi Kolam 
10 ( Sedimentation Pound) 
Sampel 4 berada di lokasi Sungai Pematang yang berjarak 7 km dari lokasi Kolam 10 
( Sedimentation Pound) 
Sampel 5 berada di lokasi Sungai Air Hitam yang berjarak 25 km dari lokasi Kolam 10 
( Sedimentation Pound) 


Sampel yang diperoleh langsung dibawa dan diantarkan guna untuk dianalisa ke UPT 
Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Propinsi Riau di Pekanbaru. 
Perkiraan akan diperoleh hasil analisa dalam kurun waktu minimal 14 (empat belas) hari kerja. 
Demikian resume awal ini kami sampaikan agar dapat dipahami sesuai fakta yang terlihat 
dilapangan kemudian telah didokumentasikan yang diarsipkan di berkas yang kami kumpulkan. 


Beberapa hari lagi hasil Lab akan diketahui hasilnya oleh DLH dan apapun hasilnya kiranya akan disampaikan ke Publik secara transparan dan Penegak Hukum segera melakukan tindakan Hukum terhadap pencemaran lingkungan Sesuai dengan Undang Undang yang berlaku.

Penulis : Oloan Roy
Kabiro Gemariau.com Pelalawan.



comments powered by Disqus