Politik

Sudah Saatnya Rakyat Tahu Asal Sumber Uang Kampanye Pilkada dan Pemilu

Gemariau.com | Minggu, 11 Maret 2018 - 23:53:39 WIB | dibaca: 148 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Sudah saatnya masyarakat Indonesia mengetahui asal sumber uang yang digunakan untuk berkampanye dalam pemilihan umum maupun pemilihan kepada daerah.

Pakar Hukum Pidana, Yenti Gernasih khawatir, dana yang digunakan untuk Pemilu dan Pilkada bermasalah. Apalagi, saat ini sudah terungkap banyak calon kepala daerah yang dicokok dalam operasi tangkap tangan oleh tim dari KPK.

"Saya mengkhawatirkan sekali mengenai dana pemilu bahkan sekarang pun dana pilkada saja sudah bermasalah," ujarnya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (11/3/2018)

Dalam peraturan KPU (PKPU)  Nomor 17/2013 tentang pedoman pelaporan dana kampanye peserta pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD mengatur batas maksimal dana yang boleh diterima partai politik.

Pasal 11 ayat 1 menyebutkan dana kampanye yang berasal dari sumbanga perseorangan kepada partai politik tidak lebih dari Rp 1 miliar selama masa kampanye pemilu. Dan untuk sumbangan dari kelompok atau perusahaan maksimal Rp 7.5 miliar.

Yenti menerangkan, masyarakat tidak pernah tahu siapa orang yang menyumbangkan uang karena tidak terdapat mekanismenya. Dan hal tersebut sudah terjadi dalam tiga kali masa kontestasi politik.

"Menurut saya, saya ada kecurigaan memang dalam perpolitikan itu memang sengaja bukanya tidak. Sengaja melakukan penggelapan letak sumber dana tidak pernah dibuka. Itu sudah tiga kali pemilu, sudah tiga kali pemilu tetap ini memang sengaja seperti itu," tandasnya. [rmol/gr]



comments powered by Disqus