Lifestyle

Stevia, Solusi untuk Penderita Diabetes

Gemariau.com | Senin, 05 November 2018 - 18:06:17 WIB | dibaca: 83 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Meski asupan gula wajib dikurangi, ternyata Anda masih bisa mencicipi makanan atau minuman manis. Caranya tukar gula dengan pemanis alami stevia yang hampir tak mengandung kalori.

Cara Mengendalikan Kadar Gula Darah dengan Stevia

Stevia merupakan ekstrak daun tanaman stevia rebaudianan. Tanaman yang satu ini mengandung pemanis steviol glikosida, merupakan hasil olahan dari daunnya yang telah dipakai sebagai pemanis selama bertahun tahun di Amerika Serikat dan Asia.

Rasa dari stevia 200 hingga 300 kali lebih manis daripada gula biasa. Boleh dibilang, sejumput kecil bubuk stevia sama dengan sekitar 1 sendok teh gula pasir.

Meskipun manisnya berkali-kali lipat, tapi stevia hampir tidak memiliki kalori. Ketika dikonsumsi, stevia dipecah menjadi steviol kemudian diserap oleh tubuh. Tapi, tubuh tak akan menyimpan steviol. Melainkan akan dibuang dengan cepat dalam bentuk urin atau kotoran.
Stevia dan diabetes

Bila Anda mengidap diabetes, jangan cemas. Stevia diduga bisa membantu menjaga kadar gula dalam darah tetap bisa terkendali. Menurut riset terhadap 12 pasien penderita diabetes dan 19 orang sehat. Ditemukan bahwa stevia bisa menurunkan kadar gula darah dan insulin. Meski kandungan kalorinya rendah, stevia bisa membuat kita merasa kenyang.

Beberapa riset lain pun menunjukan, mengkonsumsi 1000 mg ekstrak daun stevia yang mengandung steviosid sebanyak 91 persen setiap hari diduga bisa menurunkan kadar gula darah setelah makan sebesar 18 persen pada pengidap diabetes tipe 2.

Meskipun riset akan kegunaan stevia dalam mengontrol kadar gula darah masih memerlukan bukti serta studi lebih lanjut, tapi stevia juga diduga mempunyai sifat antidiabetes dan antioksidan, sehingga bisa memerangi radikal bebas, meningkatkan kerja dan produksi insulin, meningkatkan toleransi glukosa, menstabilkan gula darah dan mengurangi resiko komplikasi pada pengidap diabetes tipe 2.
Penggunaan stevia

Stevia dapat menjadi pengganti gula pasir dan bisa dicampurkan kedalam teh, air limun, kopi, jus, yogurt tanpa rasa atau smoothie. Disamping itu, stevia juga dapat digunakan untuk membuat kukis atau kue. Hanya saja, kemungkinan bisa meninggalkan sensasi rasa getir setelah dimakan.

Tapi meskipun alami, jangan sembarangan atau berlebihan dalam mengkonsumsi stevia. Dianjurkan untuk mengkonsumsistevia sebanyak 4 mg / kg berat badan. Artinya jika berat badan anda 50 kg jangan sampai mengkonsumsi stevia lebih dari 200 / hari. Perhatikan juga asupan gula dari makanan dan minuman lain yang tidak mengandung stevia.

Gula memang diperlukan tubuh sebagai sumber energi utama. Namun terlalu banyak konsumsi gula justru tak baik untuk kesehatan dan bisa memunculkan berbagai penyakit. Salah satunya penyakit diabetes. Karena itulah, disarankan untuk mengurangi atau membatasi konsumsi gula sehari hari untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah. Hal ini berlaku untuk siapa saja. Terutama untuk para penderita diabetes.

Untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, perhatikan dari berbagai aspek yang mempengaruhinya. Disarankan untuk memiliki pola hidup sehat dengan menjaga asupan bernutrisi, mengendalikan asupan gula harian, cukupi kebutuhan istirahat dan cukupi kebutuhan cairan tubuh serta rajinlah berolahraga.

Ingat penggunaan stevia mungkin dapat membantu sebagai pengganti gula pasir, tapi bukan berarti bisa mengganti obat yang diberikan dokter. Jadi, jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter tentang penggunaan stevia serta pengobatan Anda.***



comments powered by Disqus