Olahraga

Sriwijaya FC Vs Persebaya Ciptakan Sejarah Baru

Gemariau.com | Minggu, 16 September 2018 - 05:26:38 WIB | dibaca: 75 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Sejarah baru tercipta di laga antara Sriwijaya FC dan Persebaya Surabaya, Minggu 16 September 2018. Masing-masing suporter bergabung dalam satu tribun.

Tribun utara dan selatan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang terlihat dalam kondisi steril saat tuan rumah Sriwijaya FC menjamu Persebaya Surabaya, Minggu 16 September 2018.

Dua tribun yang berada di belakang gawang itu terpaksa ditutup untuk penonton, sebagai sanksi akibat perbuatan tidak terpuji oknum suporter Sriwijaya karena telah merusak kursi single seat yang terpasang.

Insiden tersebut terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan ratusan kursi stadion mengalami rusak parah. Peristiwa ini juga berimbas terhadap penutupan stadion Jakabaring hingga berakhirnya pelaksaan Asian Games.

Sriwijaya FC pun 'terusir' dari Jakabaring. Dalam dua laga kandang menghadapi Borneo FC dan Madura United, Laskar Wong Kito terpaksa menjamu lawannya di Stadion H. Agus Salim, Padang.

Kini, setelah kembali ke Jakabaring kursi stadion di tribun utara dan selatan tetap belum dibuka. Singa Mania yang biasanya berada di tribun utara dan Sriwijaya Mania di tribun selatan terpaksa 'mengungsi' di tribun timur.

Tribun timur sendiri merupakan tempatnya Ultras Palembang. Bergabungnya Singa Mania dan Sriwijaya Mania di tribun timur merupakan sejarah baru karena untuk pertama kalinya mereka bergabung di satu tribun.

Selama hampir 14 tahun berdirinya Sriwijaya FC, dalam memberikan dukungan terhadap tim kesayangannya masing-masing memiliki tempat tersendiri. Singa Mania di utara, Sriwijaya Mania di selatan dan Ultras Palembang di tribun timur.

"Penutupan tribun utara dan selatan berlaku untuk lima pertandingan. Sebelumnya di Padang sudah diberlakukan. Jadi masih ada beberapa pertandingan lagi tribun utara dan selatan tetap ditutup," ungkap Media Officer Sriwijaya FC, Muhammad Moeslim. (gr)



comments powered by Disqus