Nasional

Wiranto dinilai menganggap pengungsi Ambon sebagai beban.

Soal Perkataannya tentang Pengungsi Ambon, Akhirnya Wiranto Minta Maaf

Gemariau.com | Jumat, 04 Oktober 2019 - 17:43:24 WIB | dibaca: 89 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyampaikan permintaan maaf secara resmi terkait pernyataannya yang dinilai menyinggung korban bencana di Ambon, Maluku. Pernyataan yang ia lontarkan pada Senin (30/9) menjadi polemik karena dinilai menganggap pengungsi sebagai beban.

"Beberapa hari yang lalu saya telah menyampaikan konferensi pers masalah pengungsi. Penjelasan saya masalah pengungsi yang sudah saya jelaskan panjang lebar," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat.

Menurut Wiranto, pernyataannya itu tidak ada maksud menyinggung siapapun, termasuk pengungsi korban gempa di Ambon, tetapi mendapat tanggapan yang cukup ramai di media sosial. Oleh karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf apabila ucapan dan kalimat yang disampaikannya dirasa mengganggu perasaan atau menyakiti hati.

"Itu pasti bukan karena saya sengaja untuk menyakiti hati dan menyinggung perasaan masyarakat Maluku. Tetapi, apabila ada tersinggung dan sakit hati, secara tulus saya minta dimaafkan," katanya didampingi sejumlah elemen tokoh Ambon, di antaranya purnawirawan, pengacara, dan tokoh pemuda.

Yang terpenting, menurut Wiranto, ialah menyusun langkah secara fokus untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Maluku. Beberapa hari lalu, Wiranto juga sudah mengumpulkan jajaran menteri dan beberapa lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Atas perintah Presiden, kami harus segera melakukan aksi untuk membantu meringankan beban para penderita yang terkena bencana gempa bumi di Maluku dan sekitarnya," katanya.

Sementara itu, tokoh Maluku Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy menyampaikan rasa terima kasihnya karena Wiranto telah berbesar hati meminta maaf kepada masyarakat Ambon. Sebetulnya, ia menganggap itu tidak diperlukan, namun memang ada tanggapan dari masyarakat yang berpotensi mengeruhkan suasana sosial, baik di Maluku maupun pemerintah pusat.

"Tadinya kami berharap Pak Wiranto tidak perlu minta maaf karena apa yang dikatakan Beliau adalah merespons informasi yang Beliau terima hari itu," katanya. **

Sumber : Antara.



comments powered by Disqus