Hukrim

Sadis, Siswi SMA Dibunuh Temannya Sendiri Alasannya Sepele

Gemariau.com | Minggu, 31 Desember 2017 - 20:51:34 WIB | dibaca: 167 pembaca

Berita Terkait :

Gemariau.com - Terkadang hal sepele bisa berujung petaka. Tidak sedikit pertengkaran yang berujung kematian hanya dikarenakan masalah kecil. Seperti nasib nahas yang dialami oleh pelajar berusia 16 tahun ini.

Korban diketahui berinisial VS warga Desa Mentaraman RT 06 RW 01, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di hutan milik Perum Perhutani petak 111C Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Dia ditemukan dalam kondisi terluka parah dan sempat menjalani perawatan di RS Kanjuruhan Kepanjen Malang, Jumat (29/12) siang.

Luka bekas sayatan terdapat di leher, tangan, dan perut Vena saat ditemukan pertama kali di hutan tersebut.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Vena sempat membisikkan sebuah nama yaitu Nadia yang terakhir diketahui adalah temannya sendiri.

Kapolsek Donomulyo, AKP Sardikan mengatakan saat ini status dari Nadia Fegi Madona (18), warga Dusun Umbulsari RT 03 RW 09, Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Selain penyebutan nama oleh korban, penetapan tersangka Nadia juga disebabkan oleh beberapa faktor.

Berkat kata-kata terakhir dan petunjuk dari korban, polisi akhirnya bisa tahu pelaku pembunuhan yang menewaskan siswi SMA berinisial VS ini (16).

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui pelaku berinisial N (18), warga Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

"Pelakunya sudah ditangkap dan diamankan. Tetapi karena dia perempuan dan masih di bawah umur, maka penyidikan akan kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Malang," ujar Sardikan.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui pelaku berinisial N (18), warga Desa Kaliasri, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Saksi setempat kemudian menolong VS dan menghubungi petugas berwajib.

Perselisihan akibat pesanan bedak tadi diduga menjadi motif pelaku untuk menghabisi korban.



comments powered by Disqus