Peristiwa

Rusuh Mako Brimob, Mabes Polri: Mayoritas Yang Gugur Akibat Sayatan Senjata Tajam Di Leher

Gemariau.com | Rabu, 09 Mei 2018 - 02:38:13 WIB | dibaca: 63 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Mabes Polri menyampaikan penyebab kematian lima personel Polri akibat sayatan pada leher saat insiden ricuh di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

"Dari lima rekan terbaik kami yang gugur, mayoritas luka akibat sayatan senjata tajam di leher. Dan luka itu sangat dalam," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mako Brimob, Rabu (9/5) malam.

Iqbal menjelaskan tindakan para napi kepada anggota Korps Bhayangkara tidak manusiawi. Kendati demikian, katanya, Polri mengedepankan proses negosiasi untuk mengatasi situasi di dalam Mako Brimob.

Sebelumnya, Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (INAFIS) Mabes Polri dan Polda Metro Jaya telah mengidentifikasi jenazah korban.

Tim yang diketuai Kompol Suyamta dan Kompol Mumuh Saepuloh mengambil sidik jari serta foto korban.

Beredar kabar hasil identifikasi terhadap kelima janazah. Briptu Fandi Setio Nugroho tewas akibat luka gorok leher dari belakang hingga tenggorokan.

Bripda Syukron Fadhli tewas akibat luka tembak pada kepala bagian kiri atas kuping tembus kepala sebelah kanan, sementara Bripda Catur Pamungkas luka gorok pada leher kanan sampai pipi kanan bawah dan luka tembak pada dahi sebelah kiri.

Ipda Yudi Rospuji Siswanto tewas lantaran mata kanan kiri luka bacok, leher luka bacok dan dada kiri kanan luka tusuk. Dan Bripka Denny Setiadi tewas akibat leher belakang dibacok dan luka tembak pada dada kanan.

Sementara, jenazah narapidana tindak pidana teroris yang tewas atas nama Beni Samsutrisno meninggal akibat ditembus timah panas di bagian dada kiri.[rmol/gr]



comments powered by Disqus