Ekonomi

Rizal Ramli: Kebijakan Pro Petani Karet Lebih Penting Ketimbang Paket Ekonomi Ke-16

Gemariau.com | Rabu, 28 November 2018 - 13:30:25 WIB | dibaca: 149 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Pakar ekonomi kerakyatan Dr. Rizal Ramli memberikan saran kepada pemerintah terkait anjloknya harga karet nasional.

Dilaporkan, harga karet dunia turun dari 367 yen ke 137 yen per kilogram. Di Indonesia, saat ini harga karet di tingkat petani hanya Rp 6.000 per kg.

"Kasihan petani karet kita. Mayoritas adalah produksi karet rakyat," kata Rizal Ramli, Rabu (28/11/2018).

Indonesia merupakan salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Setiap tahun produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton, dan 0,6 juta ton diantaranya dimanfaatkan industri dalam negeri, sementara 2,4 juta ton lainnya diekspor ke mancanegara.

Menurut Rizal Ramli, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah terkait kebijakan pro petani karet.

Pertama, produktifitas karet Indonesia hanya 50 persen dari Malaysia dan Thailand karena bibit kwalitas dan teknik tanam. Pemerintah disarankan untuk memberi kredit replanting dengan bibit unggul dan bantuan teknis sejenis pola bimbingan masyarakat.

Kedua, pemerintah perlu mengambil inisiatif membentuk sejenis OPEC untuk menaikkan harga di pasar international.

"Indonesia, Makaysia dan Thailand menguasai 70 persen pasar dunia. Dengan markat power sebesar itu, harga karet bisa dikerek naik," terang Rizal Ramli.

Ditambahkannya, kebijakan pro petani karet ini lebih penting dari Paket Kebijakan Ekonomi ke-16 yang cacat konsep alias flawed concept. Paket ekonomi ini merugikan UKM dan menghilangkan potensi nilai tambah budiness internet dan online untuk rakyat Indonesia di kemudian hari. [rmol/Al]



comments powered by Disqus