Peristiwa

Aksi Protes Warga pada Lahan Konflik Sangat Memprihatinkan

PT Arara Abadi Gunakan Kekerasan Fisik dan Heli Usir masyarakat

Gemariau.com | Senin, 27 November 2017 - 09:22:53 WIB | dibaca: 41 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PELALAWAN - Perwakilan masyarakat dari Kecamatan Pangkalan Kuras Desa Kesuma Sumandi Siburian menyatakan bahwa pihak PT Arara Abadi menggunakan helikopter dan kekerasan fisik saat mengusir masyarakat yang hendak melakukan aksi protes atas pendudukan lahan konflik.

"Bentrok masyarakat Desa Kesuma dengan PT Arara Abadi Distrik Nilo pada Tanggal 23 November 2017 pukul 11.30 WIB berawal dari penanaman Akasia oleh pihak Arara Abadi di areal konflik, sementara masyarakat ingin melarang penanaman sebelum ada penyelesaian masyarakat dihadang ratusan Security (pihak keamanan) Arara Abadi milik yakni PT Delta," ungkap Suwandi seperti yang dikutip dari gagasanriau.com, Ahad (26/11/2017) malam.

Saat itu disebutkan Suwandi, pihak keamanan PT Arara Abadi dilengkapi dengan pentungan, besi, kayu, parang dan benda tajam lainnya.

"Ketika masyarakat memaksa masuk ke areal konflik helikopter merek Sinarmas tiba-tiba berkeliling diatas kepala masyarakat dengan menghamburkan batu debu, ketika masyarakat dengan keadaan menunduk dari serangan Helikopter tiba-tiba ratusan Security memukul sambil mengusir masyarakat dengan senjata yang lengkap," terang Suwandi.

Akhirnya terang Suwandi lagi, banyak masyarakat korban pemukulan hingga mengalami kepala bocor, badan luka lecet. Sepeda motor banyak yang dirusak oleh Security.

"Saya yang berada ditempat kejadian dan berusaha menyuruh masyarakat mundur disandera dan dibantai seperti binatang oleh ratusan Security karena dianggap sebagai provokator masyarakat," jelas Sumandi.(grc).



comments powered by Disqus