Peristiwa

Niat Hati Ingin Kunjungi Mertua

Pompong Warga Bengkalis Tenggelam Diselat Bengkalis

Gemariau.com | Sabtu, 16 Juni 2018 - 15:15:35 WIB | dibaca: 60 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, BENGKALIS - Siapa yang sangka Peristiwa naas akan menimpa Rohani dan Keluarga yang berniat ingin berlebaran ke desa Dakal Kepulauan Meranti, kabupaten Meranti, perahu pompong yang ditumpangi mereka dari Desa Ketam Putih, kecamatan Bengkalis terbalik, pada Sabtu (16/6/2018).

Saat akan menyebrang, pompong yang mereka tumpangi ini terbalik ditengah laut. Sebelum kejadian, korban berniat akan mengunjungi keluarga yang berada di seberang laut selat bengkalis.

"Pompong yang kami gunakan masuk air, didepan dan belakang hingga akhirnya sampan terbalik,"cerita Rohani yang merupakan korban tenggelam kepada media ini.

Rohani Ani dan Rapik pasutri yang merupakan warga berdomisili di desa Ketam Putih Kecamatan Bengkalis ini kembali mengungkapkan, dia bersama satu keluarganya bersama suaminya Apik dan anaknya hendak pergi kerumah orang tuanya di desa Dakal kepulauan Meranti. Dirinya juga mengaku, biasanya korban pulang ke seberang memang menggunakan sampan tersebut.

"Hampir satu jam kami bertiga ditengah laut mengapung dekat pompong yang terbalik, ada satu feri lewat namun tidak melihat kami, dan akhirnya saat satu feri dumai ekspres lewat, kami melambaikan menggunakan baju, dan Alhamdulillah, mereka melihat kami, dan menolong kami,"ungkapnya.

"Akhirnya setelah diselamatkan oleh awak di kapal feri Dumai Ekspres,  kami langsung diantarkan ke pelabuham Ketam Putih,"ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bengkalis AKP Meitetrika saat di konfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

"Memang benar tadi siang ada sampai terbalik, mereka merupakan warga desa ketamputih, kecamatan Bengkalis. Korban berniat akan pulang kerumah orang tuanya di seberang laut,"ungkap Kapolsek.

Diungkapkan Kapolsek lagi, korban bersama istri dan satu orang anaknya berangkat dari Sungai Selinau Desa Ketam Putih, Bengkalis menuju ke Desa Sungai Mata Kab. Kepulauan Meranti untuk bersilahturami dengan mertua korban menggunakan alat transportasi laut berupa pompong kecil milik korban.

Tepatnya di tengah laut Selat Bengkalis, lanjutnya, gelombang laut sangat kuat sehingga air laut masuk dari bagian depan dan belakang pompong, karena air laut semakin banyak masuk kedalam pompong tiba tiba pompong korban terbalik sehingga korban istri dan anaknya ikut terbalik.

"Kejadian pompong terbalik tersebut sekitar pukul 09.00 wib, sewaktu pompong terbalik itu korban memegang anaknya dan kebetulan istri korban bisa berenang, korban mengatakan kepada istrinya jangan sampai lepas memegang perahu,"ungkap Kapolsek lagi menceritakan kronologis kejadian.

Sekira pukul 09.30 wib datang kapal Fery Dumai Ekspress dan ABK Kapal Fery tersebut dengan melemparkan pelampung kepada korban dan korban beserta anak istrinya naik kekapal Fery Dumai Ekspres tersebut.

"Saat sekarang ini kondisi korban beserta istri dan anaknya sehat, Sedangkan untuk kerugian yang dialami korban sekitar Rp 8.000.000,"tambah Kapolsek.(gr)



comments powered by Disqus