Hukrim

Polemik Kepemilikan PKS Mini di Langgam Riau

Gemariau.com | Sabtu, 20 Oktober 2018 - 00:29:21 WIB | dibaca: 77 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PELALAWAN - Polemik saling tuding terkait Kepemilikan PKS Mini Langgam antara Anto Giovani alias Aheng dan Djon Rinaldi yang hingga sampai saat ini laporan keduanya masih ditangani oleh Polda Riau, belum ada keputusan hukum atas Kepemilikan PKS Mini tersebut.

Dalam pertemuan datariau.com dengan Djon Rinaldi di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan pada 14 Oktober 2018, Djon sebenarnya enggan menyampaikan hal saling lapor ini kepada publik karena permasalahan ini sudah diserahkan kepada pihak pengacaranya yang sampai saat ini masih dalam proses hukum di Polda Riau.

"Sama pengacara saja nanti berbicara beserta bukti-bukti dokumen perusahaan PKS Mini yang di Langgam," katanya saat itu.

Namun saat dikorek soal kepemilikan sebenarnya PKS mini itu, Djon Rinaldi membantah saat pernyataan Aheng yang dimuat dalam pemberitaan datariau.com atas Kepemilikan PKS Mini Langgam itu.

"Saya mempunyai beberapa aset perusahaan di Kabupaten Pelalawan, rata-rata bergerak dalam bidang Suplayer TBS, sebagian aset saya amanahkan kepada orang lain dengan cara mengatasnamakan langsung kepada orang yang menurut saya dapat dipercaya," kata Djon.

Hal itu dilakukan, kata Djon, demi kelancaran administrasi perusahaan yang dikelolanya karena menurutnya ini merupakan etika berbisnis, selain itu juga dapat meringkan urusannya secara administrasi, Djon Rinaldi juga mengaku sudah puluhan tahun menjadi pengusaha di Kabupaten Pelalawan.

"Beberapa perusahaan dengan sistem diamanahkan kepada orang kepercayaannya saya, salah satunya Aheng yang menjalankan PKS Mini yang terletak di Langgam yang menurut saya telah merugikan usaha saya, kini vakum dan sudah mengkhianati saya dengan mengaku-ngaku kepemilikan," katanya.

Diceritakan Djon Rinaldi, berawal pembangunan PKS Mini semua kebutuhan bahan bangunan sudah diserahkan dan mentransfer dana ke rekening Aheng sehingga bon dan nota-nota itu atas nama Aheng.

"Silakan rekan-rekan wartawan cek saja langsung ke toko bangunan buat membuktikan Aheng membeli bahan bangunan itu pun dari arahan saya dengan toko bangunan yang sudah saya tentukan, hingga terbangunlah PKS Mini dengan dasar dokumen perusahaan dan perizinan atas nama Anto Giovani alias Aheng, lalu beroperasi perusahaan tersebut namun dokumen perusahaan itu saya pegang, hingga Aheng hanya dipercayakan untuk mengurus segala administrasi pabrik," terangnya lagi.

"Hingga sampai sekarang Aheng masih juga mengaku-ngaku PKS Mini itu miliknya, itu tidak benar, itu kebohongan, sementara saya sudah puluhan miliaran rupiah dengan puluhan tahun menyetor ke negara ini terkait perusahaan yang telah saya jalankan. Itu yang namanya saya sebagai karyawan Aheng?" paparnya.

Terkait Aheng digaji Rp25 juta perbulan, sementara penghasilan PKS itu ratusan juta perbulan, Djon menjelaskan bahwa SPT tahunan Djon yang membayar yang nilainya mencapai Rp1,5 miliar untuk beberapa perusahaan. Sehingga wajar Aheng hanya dibayar Rp25 juta sebulan karena Djon juga butuh bayar pajak pertahun.

Jadi, dengan adanya polemik saling lapor ini, Djon Rinaldi sudah menyerahkan semua urusan kepada pihak yang berwajib yang sampai saat ini masih ditangani oleh Mapolda Riau. (dtr/gr)



comments powered by Disqus