Hukrim

Polda Riau Telusuri Unsur Pidana Pembangunan TPA Kuansing

Gemariau.com | Selasa, 07 Agustus 2018 - 01:48:31 WIB | dibaca: 108 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Kepastian penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Kuantan Singingi senilai Rp17 miliar masih dalam proses. Sejak dilaporkan Senin (9/7/2018) lalu, Polda Riau belum menemukan bukti unsur pidana.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hadi Poerwanto saat dikonfirmasi halloriau.com, Selasa (7/8/2018) mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikannya.

"Dalam kasus yang kita lidik ini belum ditemukan adanya bukti-bukti unsur yang mengarah ke pidananya. Apakah benar ada unsur pidananya atau tidak. Masih kita dalami," kata Hadi.

Selain belum ditemukannya unsur pidana, pihaknya telah memeriksa beberapa orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

"Makanya untuk saksi yang kita interview ini kan sudah ada 5 orang. Tujuannya akan mengarah ke pidana kasus. Saksi ini dari pihak yang melaporkan kasus ini ke Polda Riau," singkat Hadi.

Permasalah ini mencuat ke permukaan setelah adanya laporan surat pengaduan oleh seseorang yang dilayangkan ke Kapolda Riau, Irjen Pol Nanang, tentang adanya pihak yang dirugikan, beberapa waktu.

Dalam surat pengaduan tersebut, tertulis dugaan pelanggaran dokumen oleh pihak yang dirugikan. Setelah ada surat pengaduan, baru disposisi ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau untuk didalami.

Dalam langkah awal, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau telah periksa seseorang inisial RA selaku Sekretaris Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan TPA Kuansing, Senin (9/7/2018) lalu.

Dari hasil interogasi kemarin, penyidik masih membutuhkan keterangan lebih banyak lagi, selain dari satu orang yang dimintai keterangannya.

Sebelumnya, Pokja TPA Kuansing diduga melakukan kelalaian dalam memutuskan memenangkan PT NLI sebagai pemenang lelang dengan harga Rp15 miliar lebih. Perusahaan ini awalnya diduga tidak memenuhi syarat Kemampuan Dasar (KD) untuk mengikuti lelang tersebut.

Belakangan PT NLI berusaha memalsukan dokumen agar lolos dan memenangkan lelang tender dengan mengklaim pernah membangun TPA di Bojonegoro, Jawa Timur. Akan tetapi, klaim itu diduga kuat palsu, setelah pemerintah setempat menyatakan tidak pernah membangun TPA di wilayah tersebut.(64n)



comments powered by Disqus