Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprediksi Melambat Awal Tahun ini

Gemariau.com | Senin, 15 Januari 2018 - 01:30:13 WIB | dibaca: 68 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada triwulan I tahun 2018 bisa mencapai 2,75 persen.

Berdasarkan laporan analisis Bank Indonesia Provinsi Riau yang diterima Antara di Pekanbaru, Senin, ekonomi Riau pada awal tahun diproyeksikan bakal tumbuh positif 2,75 persen dengan plus-minus 0,5 persen. Meski pertumbuhan ekonomi mengarah pada batas atas, namun BI memperkirakan lajunya akan sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada 2017.

"Sumber perlambatan utamanya diperkirakan bersumber dari melambatnya ekspor, sedangkan dari sisi komponen penggunaan lainnya perlambatan yang lebih dalam tertahan oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan investasi," kata Kepala Kantor BI Provinsi Riau, Siti Astiyah.

Selain itu, melambatnya sektor konstruksi dan terkontraksinya sektor pertambangan dan penggalian turut menjadi faktor yang diperkirakan menahan laju pertumbuhan dari sisi sektoral tahun 2018.

"Namun, tetap pertumbuhan (ekonomi) pada awal tahun 2018 ini didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan dan perdagangan," katanya.

Sementara itu, hingga kini BI masih menunggu data Badan Pusat Statistik terkait pertumbuhan ekonomi Riau selama 2017.     
   
Sebelumnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau pada 2017 berpeluang untuk tumbuh maksimal hingga 3,25 persen dibandingkan tahun lalu.

"Secara keseluruhan tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Riau diperkirakan berada pada kisaran 2,25 persen hingga 3,25 persen year on year," katanya.

Pada triwulan IV-2017, analisa BI menunjukan bahwa ada indikasi perbaikan ekonomi yang cukup kuat didaerah berjuluk "Bumi Lancang Kuning" itu. Kinerja ekonomi Riau pada triwulan tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang kuat.

Karena itu, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2017 di Riau akan berada pada kisaran 2,40-3,40 persen (you). Angka itu lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan III-2017 yang tumbuh 2,85 persen (you).

"Peningkatan utamanya didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, dan net ekspor. Sedangkan dari sisi sektoral, sumber pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh kinerja sektor perdagangan dan pertanian," katanya.

Adapun perekonomian Riau pada triwulan III-2017 tumbuh 2,85 persen (you) sudah lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II tahun yang sama, yang mencapai 2,41 persen. Meningkatnya ekonomi ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi diregional Sumatera dan Nasional.

Faktor domestik yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ini diantaranya adalah meningkatnya konsumsi pemerintah, antara lain berasal dari penyaluran gaji ke-13 PNS. Selain itu, realisasi belanja bagi hasil dari Pemprov Riau kepada pemerintah kabupaten/kota juga mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Kemudian, faktor eksternal terjadi karena meningkatnya net ekspor sejalan dengan meningkatnya ekspor secara kuartalan pada barang mentah, minyak dan lemak nabati yang umumnya berupa minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Pertumbuhan ekonomi Riau tanpa minyak dan gas juga tercatat sebesar 4,61 persen (you), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,37 persen.

Meski begitu, BI masih meyakini ada beberapa faktor risiko yang membayangi perkembangan ekonomi Riau ke depan yang harus diantisipasi lebih lanjut, khususnya oleh pemerintah daerah.

"Kondisi ini terindikasi dari perbaikan ekonomi dunia dan harga komoditas yang relatif terbatas sehingga rentan terhadap kinerja ekspor," ucapnya.***



comments powered by Disqus