Nasional

Penyegelan Di Pulau Reklamasi Rusak Kepercayaan Investor Dan Publik

Gemariau.com | Jumat, 08 Juni 2018 - 05:07:09 WIB | dibaca: 34 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Penyegelan bangunan di pulau reklamasi Teluk Jakarta oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, hanyalah upaya mewujudkan janji kampanye Pilgub DKI 2017.

Namun, di mata pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, langkah Anies itu tidak tepat.

Baginya, penyegelan ini akan menimbulkan efek domino yang sangat merugikan Pemprov DKI di masa mendatang. Misalnya, para investor di bidang properti melarikan investasinya karena takut kebijakan Anies berulang.

"Kalau menurut saya, langkah yang diambil Anies ini tidak tepat. Kebijakan seperti ini yang paling berat kan efek dominonya, investor bisa kabur dan sulit untuk kembali ke Indonesia," ujar Trubus saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat sore (8/6/2018).

Ia menjelaskan pemerintahan Anies Baswedan bisa jadi hanya berjalan 5 tahun, sementara perjalanan investasi adalah jangka panjang dan berkesinambungan.

"Investor sendiri jadi ada keraguan untuk berinvestasi di sini. Ini kan persoalan jangka panjang, sementara Gubernur hanya lima tahun. Kemudian kalau Gubernur yang baru mengubah kebijakan lagi kan bisa batal itu. Kalau mau menegakkan aturan ya tegakkan saja, tapi dasar hukumnya harus jelas," tambah Trubus.

Sama seperti investor, keraguan juga bisa muncul dari pihak masyarakat yang hendak membeli properti di kawasan tersebut.

Dengan adanya penyegelan jelas konsumen tidak akan membeli properti yang ditawarkan karena hilang kepercayaan. Sama seperti para investor, para calon pembeli juga beranggapan bahwa persoalan reklamasi adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja dan takut tidak ada yang bertanggung jawab.

"Mereka (konsumen) bisa tidak percaya lagi, sudah hilang kepercayaan mereka," tutup Trubus. [rmol/ald]



comments powered by Disqus