Hukrim

Penembakan Nelayan Di Riau Harus Diusut Tuntas

Gemariau.com | Selasa, 11 September 2018 - 01:14:35 WIB | dibaca: 74 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Kasus penembakan yang menimpa nelayan Kapal Motor (KM) Barokah Sari di Perairan Bagan Siapi-Api, Pulang Halang, Riau, Minggu malam lalu harus diusut tuntas. Sebab, kasus penembakan itu telah membuat dua nelayan tewas.

“Penembakan yang mengakibatkan dua orang nelayan ini sudah sangat biadab. Makanya, aparat Kepolisian wajib mengusut tuntas pelakunya,” kata Anggota Komisi IV DPR Ono Surono, Selasa (11/9).

Penembakan terhadap kapal yang dinahkodai Sumpel dan beranggotakan 10 anak buah kapal (ABK) terjadi pada Minggu (9/9) lalu, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, KM Barokah Sari tengah mencari kerang dengan menggunakan alat Teg Telan di Perairan Bagan Siapi-Api. Tak berselang lama, KM berkapasitas 15 GT ini disorot lampu yang sangat terang dari salah satu kapal yang belum diketahui identitasnya. Tiba-tiba kapal ini melakukan aksi penembakan dan kejar-kejaran selama kurang lebih dua jam.

Dalam peristiwa ini, tiga ABK terkena tembak. Dua di antaranya dipastikan meninggal. Korban penembakan yaitu Manggor (47), yang tertembak di dada dan Agus (25), tertembak kepala kanan. Keduanya meninggal. Kemudian Irwansyah (26), kena tembak di bagian pinggul kanan.

"Setelah itu, nahkoda KM Barokah Sari menginfokan ke kapal yang lain untuk minta pertolongan,” kata Ono, berdasarkan keterangan personil TNI yang diperolehnya di lapangan.

Pada Senin pagi, sekitar pukul 05.00 WIB, pertolongan datang dari personil TNI AD bernama Iksan menyarankan KM Barokah Sari sandar di Posmat Panipahan. Para korban langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Tengku Mansyur, Kota Tanjung Balai untuk dapat perawatan pertama.

Dalam pemeriksaannya, satu ABK yang dinyatakan tewas kini menjalani autopsi di RS Jasmin Saragih Pematang Siantar. Sementara korban tewas lainnya bersama korban luka tembak dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk pengambilan proyektil yang kondisi pecah di dalam.

Atas kasus ini, Ono meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan dengan tuntas. Terlebih, kasus penembakan ini tidak terjadi di lokasi perbatasan laut dengan negara lain.

“Intinya, kasus penembakan ini sudah biadab dan pelakunya harus dibawa ke pengadilan,” pungkas politisi PDIP itu. [gr]



comments powered by Disqus