Advertorial

Mulai dari Infrastruktur Hingga Membangun Akhlak

Pemko Pekanbaru Terus Bangun Dunia Pendidikan Berbasis Madani

Gemariau.com | Rabu, 26 April 2017 - 11:57:27 WIB | dibaca: 1578 pembaca

Kadisdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal saat menyerahkan Zakat kepada ratusan Siswa SD dan SMP

Berita Terkait :

Gemariau.com, Pekanbaru - Untuk mensukseskan Visi dan Misi pemko Pekanbaru menjadikan Pekanbaru kota Metropolitan Madani, tidaklah hanya dengan omongan dan cakap-cakap saja, Pemerintah Kota Pekanbaru membuat program sebagai acuan guna terwujudnya apa yang menjadi target kedua pemimpin kota Pekanbaru tersebut. Di antara program-program yang digodok Walikota Pekanbaru untuk dicapai, sedikitnya ada tiga program strategis yang di programkan untuk di realisasikan segera, seperti bidang Sumber Daya Manusia (SDM), bidang infrastruktur dan bidang kesehatan.

Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan output berupa SDM berkualitas yang dapat diandalkan. Hal ini kita dapat belajar dari Negara-negara maju, seperti Amerika, Korea, Jepang dan lainnya. Nagara-negara maju tersebut memprioritaskan pembangunan pendidikan, sehingga mereka memiliki SDM yang handal dan berkualitas.

Pada era globalisasi sekarang ini, semua tidak bisa memungkiri bahwasanya faktor pendidikan dan ilmu pengetahuan telah menjadi penentu. SDM secara otomatis akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pola pikir seseorang, terutama dalam menerima dan melaksanakan tantangan untuk sebuah pembaharuan.

Guna mewujudkan program tersebut, Pemko Pekanbaru melalui unit kerja terkait terus berupaya mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Mulai dari aparatur pemerintahan hingga warga masyarakat Kota Pekanbaru.

Langkah itu diimbangi dengan anggaran yang disediakan pemerintah kota pekanbaru untuk dunia pendidikan, baik mereka yang tidak mampu maupun yang memiliki prestasi. Banyak peserta didik yang dibantu untuk terus mengembangkan kreasinya hingga menjadi manusia-manusia yang memiliki SDM yang handal dan dapat dihandalkan nantinya.

Hal tersebut tidak bisa dipungkiri bahwasanya faktor pendidikan dan ilmu pengetahuan membutuhkan biaya besar, sehingga walikota dalam menganggarkan dana pendidikan di dalam APBD kota Pekanbaru di atas ketentuan Nasional (20%). Atas dasar itu, pemerintah selaku pengayom masyarakat telah meletakan pendidikan ini sebagai prioritas utama sebagai upaya guna mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Visi Pemerintah Kota Pekanbaru adalah :

"TERWUJUDNYA KOTA PEKANBARU SEBAGAI PUSAT PERDAGANGAN DAN JASA, PENDIDIKAN SERTA PUSAT KEBUDAYAAN MELAYU, MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA YANG BERLANDASAN IMAN DAN TAQWA TAHUN 2021"

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sebagai bagian dari system pemerintahan Kota Pekanbaru sebagai pelaksana kebijakan dan teknis kependidikan mengembangkan Visi tersebut menjadi Misi Pendidikan, yaitu :

"MENJADIKAN KOTA PEKANBARU SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN YANG BERKUALITAS, BERBUDAYA DAN RELIGIUS UNTUK MENCAPAI MASYARAKAT MADANI"
 

 
Ciptakan Sekolah Layak

Tak ingin citranya tercoreng, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mengatakan, kondisi gedung sekolah di kota Pekanbaru semuanya layak ditempati dan memiliki prasarana yang cukup.

Hal ini diungkapkan Kabid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Pekanbaru, Katwadi ST,MT saat dikonfirmasi terkait data gedung sekolah yang dinilai kurang layak di lingkungan Disdik Pekanbaru, Rabu (26/04/17).

Kendati demikian, Katwadi tak menampik jika setiap tahun anggaran pihaknya terus melakukan rehab gedung sekolah. 

“Jangan anda sebut tak layak atau kurang layak itu tak ada. Yang ada itu kurang, maksudnya unit sekolah yang ada sekarang itu masih kurang jumlahnya. Makanya kita terus berupaya membangun Unit Sekolah Baru (USB) karena wilayah dan penduduk kota Pekanbaru terus bertambah. Cuma saja masalahnya dana kita dari Pemko masih kurang,” ujarnya.

Sementara saat ditanya soal USB yang dibangun Disdik Pekanbaru yang hingga kini tak kunjung difungsikan, dijawab Katwadi bahwa hal tersebut terkendala akibat ketiadaan dana untuk pengadaan meubeler.

Katwadi pun menceritakan bahwa anggaran pendidikan di Kota Pekanbaru sebenarnya jauh diatas UU pendidikan nasional yakni mencapai 38 persen. Cuma saja dari jumlah tersebut hanya 10 persen saja untuk alokasi infrastruktur pendidikan, selebihnya untuk gaji pegawai, ujarnya.

Disisi lain Katwadi juga mengungkapkan kondisi Keuangan Pemko Pekanbaru yang sumbernya dinilai sangat minim dibanding kota/kabupaten lainnya di Provinsi Riau. Ia mengatakan, satu-satunya sumber keuangan Pemko adalah dari sektor Perdagangan dan Jasa.

“Saya mau tanya anda, darimana sih sumber pendapatan keuangan Pemko Pekanbaru selain perdagangan dan jasa. Makanya lebih fokus membangun saja terlebih dahulu, soal kapan USB difungsikan, nanti dipikirkan. Sampai sekarang saja masih ada utang yang belum dibayar kepada kontraktor,” ucap Katwadi.

Menariknya, ketika disebutkan kenapa Pemko Pekanbaru tahun 2016 silam lebih memilih memberikan dana hibah senilai Rp 40 miliar lebih ke instansi vertikal ketimbang pengadaan meubeler untuk USB, Katwadi enggan bercerita banyak.

"Kalau itu pertanyaanmu, yah kamu aja yang jadi Walikota. Kita fokus ajalah soal pendidikan,” ucap Katwadi seolah meralat kembali ceritanya yang sempat melebar ke soal keuangan Pemko Pekanbaru. 

Tahun 2016 Serap Anggaran Rp84 Miliar

Sepanjang tahun 2016 lalu, di bawah kepemimpinan DR H Firdaus ST MT - Ayat Cahyadi SSi, Pemerintah Kota Pekanbaru sudah melakukan ratusan kegiatan melalui Dinas Pendidikan Pekanbaru. 
 
Sumber dana kegiatan yang dilakukan, kata Abdul Jamal, Kepala Disdik Pekanbaru, tak hanya bersumber dari APBD Kota Pekanbaru, tetapi juga dari bantuan keungan dari Pemerintah Provinsi Riau.
 
"Total pagu anggaran mencapai Rp 84.126.231.761," kata Abdul Jamal.
 
Pembangunan sarana air bersih dan sanitary, kata Abdul Jamal, dilakukan di SDN 45 Jalan Hangtuah Ujung, Kecamatan Tenayan Raya. Pagu dananya sebesar Rp 200.000.000. 

SMP Madani
 
Selanjutnya, ada rehab ruang kelas sekolah di 10 lokasi, yaitu SDN 57 Jalan Mangga, Sukajadi, SDN 5 dan 27 Jalan Cempaka, Senapelan, SDN 165 Jalan Serasi, Tampan, SDN 127 Pekanbaru Jalan Tanjung Batu Kecamatan Lima Puluh, SDN 22 Pekanbaru Jalan Sawai, Sukajadi dan SDN 75 Pekanbaru  Jalan Angsa Dua, Kecamatan Sukajadi.
 
Selain itu, kegiatan juga dilakukan SDN 81 Pekanbaru Jalan Gabus No. 6, Marpoyan Damai, SDN 31 Pekanbaru Jalan Sultan Syarif Qasim, Lima Puluh, SDN 155 Pekanbaru Jalan Semangka, Sukajadi serta SDN 99 Pekanbaru Jalan Durian.
 
Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), kata Abdul Jamal, yaitu SMPN Madani, rehabilitasi Gedung Sekolah SMPN 16, Sukajadi dan rehabilitasi Gedung Sekolah SMPN 9, Tenayan Raya. 
 
Sementara pembangunan dari bantuan keuangan provinsi, kata Abdul Jamal, yaitu Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN Jalan Damai, Rumbai, pembangunan USB SMPN Terbaru Jalan Pemudi, Kelurahan Tampan, Payung Sekaki, pembangunan USB SMPN Jalan Datuk Tunggul, Tampan.
 
Selanjutnya, revitalisasi bangunan SMP 26 Pekanbaru Kelurahan Kulim, Tenayan  Raya, revitalisasi SMPN 18 Jl Lily, Senapelan, serta pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 37 Pekanbaru Jalan Garuda Ujung, Marpoyan Damai.
 
Pengadaan mebeluer, dilakukan SMPN 4 Jalan Dr Sutomo Kecamatan Lima Puluh. Lalu, pembangunan gedung PAUD/SD, dari bantuan keuangan Provinsi, berupa mendirikan satu, desa satu Lembaga PAUD di Jalan Pembina, Rumbai Pesisir, serta mendirikan satu desa, satu Lembaga PAUD di Jalan Budi Luhur, Tenayan Raya.
 
Di samping itu, adan pembangunan ruang kelas SDN 180 Jalan  Rawa Wiri, Bukitraya. Dan pembangunan pustaka SDN 7 Pekanbaru Jalan Tanjung Uban, Limapuluh, pembangunan pustaka SDN 129 Jalan Banda Aceh, Bukitraya, dan pembangunan pustaka SDN 81 Jalan Gabus, Sukajadi.
 
Gosok Gigi Bersama Wakil Wali Kota
 
Selain SMP Madani, Pemko Pekanbaru melalui Disdik, kata Jamal, sudah pula menyelesaikan pembangunan SMK Teknologi. Serta bantuan keuangan provinsi berupa pembangunan RKB SMKN 5 Jalan Yos Sudarso, Rumbai.
 
pembangunan paving blok, dilakukan di SMKN 6 Pekanbaru, di Jalan Seroja, Kecamatan Tenayan Raya, sementara rehabilitasi sedang/berat terhadap ruang kelas sekolah, dilakukan di SMAN 12 Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti-Panam, Kecamatan Tampan dan rehabilitasi gedung dinas yang termasuk dalam rehabilitasi sedang/berat gedung kantor. 
 
 
Pembangunan Akhlak

Selain menyiapkan secara fisik bagi menyediakan infrastruktur pendidikan, Pemko Pekanbaru juga tengah berusaha menggiatkan pembangunan akhlak dalam rangka mempersiapkan generasi menuju masyarakat madani yang diimpikan. Pembangunan akhlak itu diwujudkan dalam program berbasis pendidikan agama, seperti program Sekolah Mengaji dan program Magrib Mengaji.

Program Sekolah Mengaji ini diterapkan 15 menit sebelum jam belajar dimulai semua siswa sudah dianjurkan untuk mengaji. Sementara untuk siswa non muslim juga diwajibkan membaca kitabnya dan guru pembimbingnya disesuaikan.

Disebutkan, program mengaji ini selain untuk menciptakan akhlak anak supaya menjadi lebih baik, juga memberikan manfaat lainnya. Diantaranya, ilmu yang didapatkan bisa membuat iman semakin kuat, sehingga terwujud generasi yang madani.

Tidak hanya itu, program berkaitan pembangunan karakter akhlak juga diwujudkan dalam Gerakan Magrib Mengaji yang diperuntukkan bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga harus dilakukan oleh orangtua. Gerakan Magrib Mengaji ini sangat penting dalam upaya menciptakan manusia yang beriman dan berakhlak mulia yang akan menjadi bekal utama nantinya.

Disebutkannya, Pemko Pekanbaru akan menjadikan Alquran sebagai pedoman untuk penataan Kota Pekanbaru sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Menurutnya, konsep Pekanbaru Kota Metropolitan Madani itu sudah bagus. Karena Pekanbaru kedepannya akan menjadi kota besar sehingga harus diikuti dengan peningkatan akhlak dan iman. 

Program Sekolah Mengaji

Program sekolah mengaji yang diluncurkan Pemerintah Kota pekanbaru pada beberapa tahun lalu merupakan salah satu upaya percepatan terwujudnya Visi Antara Kota yakni, Menjadikan Pekanbaru Sebagai Kota Metropolitan Yang Madani.

Melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Pendidikan, secara langsung memiliki tugas khusus dalam mensukseskan program sekolah mengaji dan menjadi pilar utama dalam membentuk karakter generasi pelajar.

Dinas Pendidikan telah membuktikan upayanyatanya dalam menerapkan program sekolah mengaji seperti yang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru H.Abdul Jamal,M.Pd diruang kerjanya Kantor Dinas Pendidikan Pekanbaru Jalan Patimura Ujung Gobah Kota Pekanbaru.

Dikatan Kadisdik Abdul Jamal, Program Sekolah Mengaji yang diterapkan saat ini dinilai sangat tepat, karena selain dapat meningkatkan keimanan, dan ketaqwaan, program ini juga dapat menciptakan akhlatul karimah pada generasi muda Kota Pekanbaru yang Madani.

Khatam Al-Quran disekolah sebagai wujud drai pelaksanaan program sekolah mengaji Pemko Pekanbaru

“Kegiatan sekolah mengaji ini selain dari pembentukan karakter generasi yang islami dan  juga menciptakan akhlatul karimah pada generasi. Ini juga salah satu upaya percepatan terwujudnya Visi Antara Kota menjadikan Kota Pekanbaru yang Madani,” Kata Abdul Jamal.

Penerapan program

Dalam implementasinya program ini dilaksanakan sekolah pada pagi hari selama 40 sampai 45 menit sebelum memulai kegiatan proses belajar dan mengajar disekolah tersebut. Para siswa melakukan pembacaan ayat suci Al-Quran secara bersama-sama dibawah bimbingan guru pembimbing.

Gema wahyu Ilahi ini dapat kita dengar setiap pagi harinya di sekolah-sekolah Kota Pekanbaru dari hari Senin hingga Kamis dan bahkan ada sekolah yang melaksanakan sampai hari Jumat.

kegiatan mengaji yang diadakan di setiap sekolah merupakan upaya untuk membangun generasi cerdas yang dilandasi  iman dan taqwa berakhlaqul qarimah. Kadisdik juga mengakui bahwa program yang dimaksud sudah dilaksanakan dengan baik oleh sekolah- sekolah yang ada di Kota Pekanbaru untuk mewujudkan Pekanbaru menuju kota Metropolitan Madani.

Agar program sekolah mengaji berjalan sebagaimana yang direncanakan dan diharapkan, Abdul Jamal meminta kepada seluruh kepala sekolah di Pekanbaru, khususnya di sekolah negeri, agar terus konsisten menjalankannya. Jangan sampai berhenti, bahkan sedapat mungkin terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.

“Kita bersyukur program mengaji ini sudah dilaksanakan di sekolah-sekolah, bahkan hingga kini sekolah sudah melkasanakan 100 persen program ini.  Rata-rata sekolah telah melaksanakan khatam Al-Quran beberapa kali, ini membuktikan program mengaji ini sudah berjalan seperti yang diharapkan,” ujar  Jamal.

Dengan membaca Al-Quran kata Jamal lagi, akan mampu mewujudkan masyarakat berbudaya, bermartabat dan bermarwah serta memiliki iman dan taqwa. Program ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas ilmu keagamaan kepada generasi muda bangsa dengan menanamkan rasa cinta. Terbiasa membaca kitab suci Al-Quran merupakan kegiatan positif yang sekaligus sebagai wahana untuk membrantas buta aksara Alquran di Kota Pekanbaru yang Madani. (Adv-Disdik/Diskominfo).



comments powered by Disqus