Peristiwa

Membentengi Bumi dari Tiga Asteroid

Gemariau.com | Jumat, 29 Juni 2018 - 03:00:46 WIB | dibaca: 84 pembaca

Ilustrasi - net

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Batu raksasa tengah mendekat ke Bumi. Bahkan, saking dekatnya bisa dilihat dengan mata telanjang alias tanpa menggunakan teleskop. Batu raksasa atau asteroid yang diketahui bernama Vesta ini merupakan terbesar keempat di Tata Surya. Tiga asteroid lainnya yaitu Cerres, Pallas dan Juno. Asteroid Vesta akan menerangi langit malam sampai 16 Juli mendatang.

Informasi saja, total luas permukaan Vesta adalah 800 ribu kilometer persegi atau kira-kira sama dengan luas Pakistan yang mencapai 796.095 km persegi.

Besarnya Vesta juga hampir empat kali lebih luas dari Inggris yang mencapai 242.495 km persegi. Mengutip situs Metro, Kamis, 28 Juni 2018, nama Vesta memiliki arti dewi perapian dan rumah tangga dalam mitologi Romawi.

Vesta merupakan salah asteroid yang mudah dilihat karena memiliki permukaan yang memantulkan lebih banyak cahaya daripada Bulan.

Meski bisa dilihat dengan mata telanjang, namun jika ingin mendapatkan tampilan terbaik harus menggunakan teleskop. Karena, Vesta akan terlihat sebagai titik kekuningan di langit.

"Vesta adalah salah satu rentang kecerahan terbesar yang diamati pada setiap bebatuan di Tata Surya kita. Bahan-bahan terang tampak seperti batu asli, sementara material gelap diyakini telah disimpan oleh asteroid lain saat menabrak Vesta," demikian pernyataan resmi Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.

NASA memperkirakan sekitar 300 asteroid gelap dengan diameter satu hingga 10 kilometer (0,6 hingga 6 mil) menghantam Vesta selama 3,5 miliar tahun terakhir. Hal ini sudah cukup untuk membungkus Vesta dalam selimut material setebal tiga hingga tujuh kaki (satu hingga dua meter).

Potensi bahaya asteroid

Bukan kali ini saja asteroid mendekati Bumi. Menilik sedikit ke belakang, pada awal tahun ini, tepatnya 18 Januari, asteroid raksasa yang lebih besar dari bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, meluncur melewati Bumi sekitar dua minggu.

Menurut Daily Mail, Asteroid AJ129 2002 ini digolongkan sebagai asteroid 'berpotensi berbahaya' oleh NASA dan akan terbang melewati kecepatan 67 ribu mph (107.826 km/jam), serta berada dalam jarak 4,6 juta mil (7,4 juta km) dari Bumi.

Kecepatan ini diklaim 15 kali lebih cepat daripada pesawat berawak tercepat di dunia, X-15 buatan AS, yang memiliki kecepatan hipersonik atau mampu menempuh jarak 4.520 mph (7.300 km/jam).

Asteroid tersebut melewati Bumi pada 4 Februari pada jarak yang relatif dekat dengan Bumi, yakni sekitar sekitar 2.615.128 mil (4.208.641 km). Untuk diketahui, jarak antara Bumi dan Bulan adalah sekitar 238.855 mil (384.400 km).

AJ129 2002 juga tercatat sebagai asteroid terbesar yang melewati Bumi pada tahun ini. Andaikata asteroid tersebut menabrak Bumi, maka secara cepat bisa berubah menjadi layaknya zaman es di lampau.

Untungnya, asteroid tersebut tidak menabrak Bumi. Lalu, pada 9 Februari, NASA memprediksi akan ada asteroid sebesar ikan paus melintas di dekat Bumi. Jarak lintasannya lima kali lebih dekat dibanding jarak Bulan ke Bumi.

Asteroid bernama 2018CB itu akan melintas dalam jarak 64 ribu km dari Bumi dengan ukurannya 15 sampai 40 meter. Namun NASA mengumumkan bahwa asteroid ini tak membahayakan Bumi.

Peristiwa Chelylabinsk

Manajer Pusat Penelitian Obyek Dekat Bumi Laboratorium Jet Propulsi NASA, Paul Chodas mengatakan, asteroid sebesar ini tak biasanya mendekat ke Bumi. Kalau pun mendekat hanya satu atau dua kali dalam satu tahun.

Kendati sangat kecil ukurannya, tapi, kata Chodas, Asteroid 2018CB bisa lebih besar dibanding asteroid yang masuk ke atmosfer Chelyabinsk, Rusia, pada 2013 lalu.

"Peristiwa Chelylabinsk terjadi saat sebuah meteor berukuran panjang 17 meter masuk menghantam kawasan Pegunungan Ural," ungkap Chodas, seperi dikutip dari News.com.au.

Ia melanjutkan, ketika asteroid tersebut meledak di atmosfer, gelombangnya membuat 7.200 bangunan rusak, di mana sebagian besar merusak kaca dan melukai 1.500 orang.

Delapan hari kemudian atau 17 Februari, lagi-lagi sebuah asteroid berukuran raksasa sedang bergerak menuju Bumi. Kali ini, NASA mengklaim asteroid tersebut akan membahayakan kehidupan di Bumi. Batuan ruang angkasa tersebut diyakini memiliki lebar hingga 470 meter.

Mengutip Space.com, NASA menamai obyek asing tersebut "2017 VR12" dan terdaftar di situs "Earth Close Approach". Jika gambaran mengenai ukuran asteroid itu benar adanya, maka ada kemungkinan luas permukaannya mencapai 55 hektare.

Gagal panen

Ukuran ini jauh lebih besar dari kediaman resmi Ratu Inggris Elizabeth II di Buckingham Palace, London, Inggris, yang luas bangunannya hanya sekitar 19 hektare dan kebunnya 40 hektare.

2017 VR12 melesat dengan kecepatan sekitar 14.092 mil per jam dalam radius sekitar empat kali jarak antara Bumi dan Bulan, atau 897.161 mil.

Penyidik NASA, Dante Lauretta, memprediksi bahwa asteroid tersebut tidak akan menghantam Bumi. Apabila terjadi, asteroid ini akan melepaskan energi lebih banyak daripada semua senjata nuklir yang pernah diledakkan sepanjang sejarah manusia. [viva/gr]



comments powered by Disqus