Dunia

Melihat Tempat Tidur Rahasia Pramugari dan Pilot di Pesawat

Gemariau.com | Kamis, 14 Desember 2017 - 15:38:23 WIB | dibaca: 84 pembaca

Berita Terkait :

Gemariau.com - Tiap pesawat dengan rute penerbangan panjang atau jauh dilengkapi kompartemen rahasia untuk tempat tidur para awak pesawat. Kompartemen itu biasanya ditempati bagi pilot dan pramugari untuk beristirahat.

Memang kompartemen ini tak terlihat secara gamblang. Karena titiknya tersembunyi. Hal ini turut diungkapkan Business Insider, Kamis, 14 Desember 2017, saat diberi kesempatan untuk berkeliling di Qantas --Boeing 787-9s terbaru-- yang sedianya dijadwalkan akan melakukan penerbangan dari Australia ke London awal tahun depan.

Penerbangan itu dilakukan sepanjang 17 jam, dengan jarak 9.008 mil, dan menjadi salah satu rute yang terpanjang di dunia.

Karena penerbangan tersebut begitu lama, tentu dibutuhkan ruang rahasia bagi pilot dan pramugari untuk beristirahat. Berdasarkan laporan, letak kompartemen tersembunyi pertama ada di atas kursi kelas bisnis di bagian depan pesawat.

Ruang ini digunakan untuk pilot beristirahat, karena Qantas Dreamliner tak memiliki kabin kelas satu, sehingga menggunakan tempat demikian.

Ada beberapa kasur yang bisa digunakan dua pilot. Sementara pilot lainnya bertugas. Pada penerbangan rute internasional memang terdiri dari kru utama dan kru bantuan.

Kompartemen tersembunyi kedua ada di kabin bagian belakang. Kompartemen ini digunakan untuk para pramugari beristirahat. Tempatnya terletak di atas kabin utama di antara bagian kelas ekonomi dan dapur buritan.

Begitu masuk, Anda akan menemukan kompartemen kecil yang nyaman dengan kapasitas ruang enam orang. Terdapat tiga tempat tidur yang menghadap ke depan. Itu bisa digunakan secara bergantian dengan pramugari yang bertugas.

Sebagai catatan, ruang ini memang tak seluas kompartemen rahasia pada pesawat Boeing 777 atau Airbus A380. Karena Qantas menggunakan jet dengan bodi berukuran lebih kecil. Wajar jika ruang krunya juga tak terlalu luas.(al/viva)

 

 



comments powered by Disqus