Nasional

Mahfud MD Ingatkan Pentingnya Menjaga Keberagaman Dan Toleransi

Gemariau.com | Sabtu, 04 Agustus 2018 - 13:22:21 WIB | dibaca: 106 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD didaulat menjadi pembicara utama dalam seminar kebangsaan yang digelar di Pendopo Parasamya, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (4/8).

Anggota Dewan Pengarah Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) itu mengajak masyarakat untuk menjaga keberagaman dan toleransi. Menurut Mahfud, Indonesia merupakan negara yang beruntung karena menjadi besar dengan berbagai suku, ras, kultur dan agama yang beragam.

"Indonesia itu laboratorium pluralisme dunia karena semua perbedaan ada di sini. Kultur banyak, agama banyak, ras banyak, ada Jawa Melayu, Cina, Arab bahkan Eropa juga ada. Semua bisa bersatu," paparnya.

Mahfud mengatakan, Indonesia sebagai negara besar yang beragam memiliki 17.504 pulau dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Dengan jumlah suku bangsa 1.360 dan lebih dari 700 bahasa lokal, Indonesia tetap kuat dan sampai hari ini tetap bersatu.

"Mengapa kita tetap bersatu. Karena kita sepakat memilih satu dasar ideologi yang menyatukan kita semua yakni Pancasila," tuturnya.

Pancasila menjadi ideologi bangsa melalui proses perumusan dan musyawarah yang panjang. Mahfud bercerita, ketika pembuatan dasar negara, ada yang menginginkan Indonesia menjadi negara agamis, republik bahkan federal. Tetapi Soekarno kala itu kemudian mencetuskan satu dasar untuk Indonesia, bukan menjadi negara agama tetapi negara kebangsaan.

"Kita memiliki semangat dan tujuan bersama. Bung Karno saat itu mencetuskan Indonesia bukan menjadi negara agamis tetapi negara dibuat menjadi alat pelindung yang melindungi segenap penganut agama," terangnya.

Mahfud menambahkan bahwa negara tidak memberlakukan hukum yang dibuat atas dasar agama tertentu. Tetapi, hukum dibuat untuk melindungi semua warganya dalam beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Hukum negara dibangun secara berembug, kesepakatan bersama yang melindungi segenap agama.

"Setiap agama dilindungi oleh negara. Itu jadi dasar kebangsaan kita menuju Indonesia yang damai dan sejahtera," imbuhnya.[rmol/gr]



comments powered by Disqus