Politik

Laskar Perantau NTB Berharap KPK Tidak bisa diintervensi

Gemariau.com | Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:39:49 WIB | dibaca: 72 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diyakini tidak akan bisa diintervensi oleh segelintir kelompok maupun mantan pimpinan KPK yang ikut campur di internal lembaga antirasuah.

Keyakinan itu disampaikan massa aksi dari Laskar Perantau NTB dan Front Pembela TGB (FPT) saat menggelar demo di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/10).

"Ketua KPK Agus Rahardjo dan para pimpinan lain, kami berharap mereka tidak masuk angin. Kami sangat mengutuk jika ada sekelompok orang atau mantan pimpinan KPK yang mengintervensi kasus yang sedang ditanganinya," tegas koordinator aksi, Ahmad L saat berorasi.

Dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, para demonstran juga mendoakan untuk mengusir setan-setan yang ingin mengganggu dan mengintervensi KPK.

Dalam orasinya, Ahmad sependapat dengan beberapa pakar hukum dan bahkan ketua KPK yang sudah memastikan bahwa pertemuan antara Deputi Penindakan KPK, Brigjen Polisi Firli dan Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan dengan mantan Gubernur NTB, M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) tidak melanggar aturan. Pihaknya pun menyakini tidak ada konflik kepentingan terkait pertemuan tersebut.

"KPK sudah bersuara, dan para deputi itu dipastikan menjalankan tugas dan kewenangan sesuai SOP kelembagaan dengan sepengetahuan pimpinan. Lantas kenapa orang luar KPK jadi ribut, seperti yang dilakukan oleh ICW," teriak Ahmad

"Kami yakin KPK tidak terpengaruh dengan pihak-pihak yang sudah kayak cacing kepanasan, mencoba cari-cari kesalahan," tambahnya.

Ahmad juga menyebutkan, ada kelompok yang berupaya melakukan pembunuhan karakter terhadap figur TGB lewat divestasi saham Newmont. Pasalnya, kelompok itu kembali menyeret-nyeret nama besar TGB terkait pertemuannya dengan dua deputi KPK.

"Kami minta KPK jangan masuk angin dengan opini-opini di luar, kami yakin KPK solid," jelas dia.

Dia pun memastikan dalam suatu penyelidikan dan penyidikan KPK dilakukan secara independen. Tidak pernah ada intervensi untuk membelokkan atau menyetir arah proses-proses tersebut.

Di sisi lain, Ahmad mengingatkan kepada Agus Rahardjo dkk untuk tidak terpengaruh dengan bualan-bualan yang sengaja ingin membenturkan lembaga antirasuah dengan Polri. Khususnya, fitnah keji yang diarahkan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian soal pemberitaan Indonesialeaks.

"Waspadai upaya pelemahan KPK dengan mengadu domba KPK dan Polri," tutupnya. [rmol/al]



comments powered by Disqus