Moment

Jelang IdulFitri 1439 h, LAPAS Kelas IIA Pekanbaru Akan Beri Remisi Pada Warga Binaan

LAPAS Kelas II A Pekanbaru Adakan Khatam Alquran pada Malam 27 Ramadhan 1439 hijriyah

Gemariau.com | Selasa, 12 Juni 2018 - 02:59:23 WIB | dibaca: 290 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PEKANBARU - Malam ke 27 Ramadhan Lembaga Pemasyarakatan(LAPAS) Kelas II A Kota Pekanbaru, Adakan kegiatan Tadarus dan Khatam Alquran, Bersama Warga Binaan LAPAS kelas II A dengan KAKANWIL KEMENKUMHAM Riau, pada Senen (11/6/2018) malam.

Dalam kegiatan tersebut Warga Binaan LAPAS II A Pekanbaru sangat merasa senang dengan dapat berkumpul, bertarawih serta bertadarus bersama dan dapat menyantap makanan selesai melaksanakan kegiatan.

M. DIAH selaku KAKANWIL KEMENKUMHAM Riau Sangat mengantusias dan mendukung diadakannya kegiatan ini, serta berharap kegiatan ini dapat menambah keimanan bagi para penghuni LAPAS nantinya.

"Dan kegiatan ini merupakan sebagai latihan keagamaan dalam mendalami agama Islam bagi warga binaan yang muslim dalam membaca alquran, moment ini bertepatan di malam 27 ramadhan, kita khatamkan bersama-sama, dan ini juga merupakan bentuk aplikasi saya pada kegiatan diLAPAS kelas II A ini," ucapnya.

"Secara Individu mereka membaca Alquran selesai sholat tarawih bersama dan ini juga masuk dalam program pak KALAPAS Kelas II A Pekanbaru, guna menambah wawasan dalam meningkatkan kwalitas keimanan mereka, dan kegiatan ini bisa dilanjutkan dibulan-bulan lainnya," Jelasnya lagi.

Saat ditanya mengenai remisi yang akan diberikan pihak lapas kelas II A pada hari Raya Idul Fitri 1439 hijriyah ini, M. DIAH, mengatakan untuk seriau yang mendapat remisi sebanyak 93 orang.

KAPALAS YULIUS SYAHRUZHA juga menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria bagi Warga Binaan yang mendapat Remisi di Bulan ini tergantung masa pidananya.

"Pemberian Remisi kepada warga binaan yaitu Minimal 15 hari dan maximal 3 bulan pengurangan masa tahanan pada hari Raya Idulfitri tahun ini," kata Yulius.

"Kriterianya hukuman 12 tahun kebawah mendapatkan remisi 15 hari, dan 1 sampai 2 tahun mendapatkan remisi 1 maximalnya, sampai dengan 3 tahun mendapat tambahan 1,5 bulan dan ini berbeda dengan remisi pada 17 Agustus," jelasnya.

Di tempat yang sama salah seorang wargabinaan Pak Yan, yang sempat dimintai keterangan oleh gemariau.com seputar aktifitas selama bulan ramadhan 1439 hijriah ini, mengatakan bahwa kegiatan selama bulan ramadhan ini seperti sholat tarawih dan tadarus bersama sangat mengesankan serta ilmu agama juga keimanan kami menjadi lebih baik sebagai warga binaan.

"Dengan kegiatan selama bulan ramadhan ini, kami merasa sangat tersentuh batin kami dan teringat dengan keluarga di rumah, semoga setelah kami bebas nanti, bisa merubah sikap dan perilaku seharian kami yang salah selama ini serta dapat berguna bagi masyarakat juga keluarga," ungkapnya. [gr/joe].




comments powered by Disqus