Kota Pekanbaru

LAM Riau Tanggapi Pernyataan Pertamina Soal Saham Blok Rokan Akan dijual ke Asing

Gemariau.com | Minggu, 08 September 2019 - 11:00:20 WIB | dibaca: 119 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menanggapi serius pernyataan dari Direktur Utama Pertamina yang akan melepas kepemilikan sahamnya ke pihak asing di Blok Rokan.

Ketua Umum DPH LAM Riau, Datuk Syahril Abubakar, Ahad (8/9/2019) menyatakan bahwa saat ini Pertamina belum juga bisa dijumpai dan menggelar pertemuan dengan LAM, terkait hak Riau yang diberikan kesempatan mengelola Blok Rokan, malah sudah akan dijual saham ke asing.

"Sampai saat ini kita belum bisa melakukan pertemuan dengan Pertama, padahal Wamen ESDM sudah berjanji akan mempertemukan kita dengan Pertamina. Kita ingin tahu, kalaulah yang dilelang berdasarkan dari saham yang Pertamina miliki, tak masalah. Akan tetapi bilamana yang menjadi jatah daerah Riau yang ikut dilelang kami sangat keberatan," jelasnya.

"Kita belum pernah duduk bersama. Berapa sebenarnya Riau bisa dikasih kesempatan mengelola. Bahkan Kita sampai 50 persen pun mengelola kita siap, kalau Pertamina tak sanggup, lelang saja sama kita. Kita masih ingin bicara baik-baik dengan Pertamina," ucapnya.

Syahril menceritakan, keinginan ini sudah berangkat dari pertemuan dengan Wamen ESDM yang menjanjikan akan mempertemukan LAM dengan Pertamina dari tahun lalu. Kemudian, juga pernyataan presiden Jokowi yang mengatakan diberikan Riau kesempatan seluasnya luasnya untuk turut mengelola Blok Rokan.

"Terakhir kita sudah sampaikan ke Komisi VII, dan mereka akan mengatur jadwal mempertemukan kami dengan Pertamina, tapi itu jika tidak juga, kami ada dua pilihan lagi, yakni mengirim surat baik baik ke Pertamina yang ada di Dumai, kalau tak bisa juga kami akan datangi Pertamina, disikusi secara baik-baik atau di jalan pun akan kami perjuangkan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kekerabatan Resam Kerajaan Indragiri, Maizir Mit mengatakan, selama ini Riau hanya menunggu kasihan saja.

"Minyak bumi habis kita hanya jadi penonton. Kalau kita tak punya action, kita hanya menunggu. Untuk itu kita tak pernah mundur," tukasnya.

Untuk diketahui, PT Pertamina (Persero) tengah bersiap menawarkan kepemilikan saham mereka di beberapa blok migas raksasa salah satunya adalah Blok Rokan yang kini merupakan blok dengan produksi minyak terbesar kedua di Indonesia.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan, langkah pelepasan saham atau sharedown ini dipertimbangkan Pertamina untuk meningkatkan produksi di blok-blok tersebut, sekaligus mengukur kemampuan perusahaan dalam hal pendanaan.

"Kami akan mengundang dan membuka diri untuk partnership di blok migas kami," ujar Nicke.

Nicke menjelaskan, langkah ini pada dasarnya merupakan praktik wajar yang dilakukan perusahaan migas di dunia. Menurutnya, tidak ada perusahaan migas global yang tidak bermitra. Selama ini, perusahaan migas rata-rata memiliki mitra di 80% dari total blok migas yang dimilikinya. Sementara Pertamina baru bermitra untuk pengelolaan 30% blok migasnya.***

Editor : Gan



comments powered by Disqus