Kab. Pelalawan

KUALITAS GEDUNG RUANG RAPAT DIRAGUKAN

Oloan Roy | Minggu, 27 Januari 2019 - 16:37:11 WIB | dibaca: 107 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - PELALAWAN, Penambahan gedung "Ruangan Rapat"  kantor Desa Sari Mulya Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan provinsi Riau dipertanyakan. Masalahnya Gedung yang menelan dana 107 juta itu menuai protes karena fisik bangunan yang baru beberapa bulan selesai tersebut sudah retak retak.
 
Dari pantauan terlihat jelas bangunan tersebut hanya menempel pada dinding tembok yang dibangun berapa tahun silam. Secara fisik dan kualitas, dana yang dianggarkan tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan.

Ketua TPK (tim pengelola kegiatan) JANES pada awal dikonfirmasi media gemariau.com melalui telpon seluler nya, Selasa (22/01/19) membantah kalau terjadi keretakan pada dinding tembok bangunan, JANES berdalih bahwa yang terlihat retak itu hanyalah Cat tembok saja.

Namun akhirnya Ketua TPK Desa Sari Mulya itu mengakui kepada media bahwa sambungan antara dinding baru dengan sudut tembok yang lama tidak memakai besi pengait yang berpungsi sebagai pengikat dinding.

Anehnya lagi baru beberapa menit JANES mengakui bahwa besi pengait dinding tidak ada, ketua TPK ini kembali memberi keterangan yang berbeda lagi serta mengatakan bahwa besi pengait dinding sebenarnya ada tapi tidak banyak, terkesan hasil konfirmasi yang didapat dari ketua TPK ini berbelit belit serta mengada ada.

Disebabkan keterangan  yang terkesan mengada ada itu menambah keyakinan bagi media bahwa pekerjaan fisik yang dikelolanya  patut dicurigai.

Suhendar Kepala Desa Sari Mulya ketika akan dikonfirmasi melalui telepon seluler nya selalu saja tidak aktif. Dan beberapa kali media mencoba mendatangi kantornya untuk meminta statement nya terkait bangunan yang diduga asal jadi itu namun SUHENDAR tidak pernah dapat ditemui.

Harapan masyarakat dana yang dikucurkan oleh Pemerintah tersebut tidak menjadi "LOKAK" atau "AJANG" kesempatan untuk meraup  keuntungan Pribadi maupun Kelompok.

Zaini sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) berharap agar pihak inspektorat dan TP4D memeriksa semua kegiatan pembangunan di Desa Sari Mulya. " Inspektorat  sebagai  pengawas dan pemeriksa,  segera cek semua fisik bangunan yang dikerjakan pada anggaran tahun 2018 di Sari Mulya karena di Duga beberapa unit fisik proyek tidak sesuai dengan anggaran ". pungkas nya. (OLO)









comments powered by Disqus