Politik

Ketua DPRD Kuansing Kecewa Dengan Bupati dan Wabup

Gemariau.com | Rabu, 21 November 2018 - 00:55:48 WIB | dibaca: 73 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Tidak hadirnya Bupati Kuansing Drs H Mursini MSi dan Wakil Bupati H Halim dalam hearing guna menindaklanjuti aksi masyarakat adat kenegerian Teluk Kuantan pada 24 Oktober 2018 yang lalu, membuat DPRD Kuansing kembali akan memanggil ulang Bupati dan Wabup terkait persoalan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kuansing Andi Putra SH MH di ruang rapat DPRD Kuansing, Rabu (21/11/2018) sore.

"Saya rasa bukan saya saja yang kecewa, semua  kita pasti kecewa. Di undangan tertulis Bupati, Wabup, sekda dan BPKAD yang akan datang, kenapa yang datang asisiten I dan III. Mana pak bupati dan pak Wabup?," tanya Andi Putra dihadapan seluruh undangan yang hadir di ruangan tersebut.

Mengenai tidak hadirnya Bupati dan Wabup tersebut, Ketua DPRD Kuansing meminta tanggapan dari berbagai anggota dewan yang lain. Beberapa anggota DPRD lain seperti Andi Cahyadi, Rustam Efendi dan Masran Ali merasa kecewa karena tidak hadirnya tampuk pimpinan Kuansing tersebut.

"Pembicaraan kita ini tidak ada artinya tanpa kehadiran Bupati dan Wabup" tegas Andi Cahyadi.

Atas pertimbangan tersebut, Ketua DPRD akan menjadwalkan ulang pemanggilan kedua kalinya. "Kita akan panggil untuk kedua kalinya. Bahkan dari bupati, Wabup, Sekda, BPKAD dan Asisten akan kita panggil semuanya. Jangan sampai tidak datang lagi," tegas Andi Putra.

Menanggapi hal tersebut Asisten III Setdakab Kuansing Agus Mandar mengatakan bahwa, undangan memang sudah diterima, termasuk undangan ke bupati, wakil bupati dan Sekda. Namun, lanjut Agus Mandar, karena ada sesuatu halangan, bupati, wabup dan yang lain tidak bisa hadir.

"Pak bupati sekarang sedang menjalankan cuti, dan saat ini sedang di luar daerah. Pak Wabup tadi hadir di Maulid Nabi SAW di Masjid Agung. Sedangkan Sekda mengikuti eskpos dengan BPKP di Pekanbaru," kata Agus Mandar. seperti dikutip dari senuju

Sementara itu, ketua panitia perwakilan masyarakat adat kenegerian Teluk Kuantan, Emil Harda juga mengaku kecewa dengan tidak hadirnya bupati dan wakil bupati dalam dengar pendapat tersebut. Hal itumenunjukkan bahwa hubungan eksekutif dan legislatif terkesan tak harmonis.

"Kami kecewa, jika memang bupati dan Wabup tak mau diundang DPRD, paling tidak hargailah kami.  Kalau begini, kita minta diagendakan ulang. Kami maunya, bupati dan wabup bisa memastikan kehadirannya nantinya. Jangan seperti ini. Kasian datuk-datuk kita ini," katanya Emil Harda. (***)

 

 



comments powered by Disqus