Ekonomi

Kementan Bangun Tiga Ribu Lumbung Untuk Penguatan Cadangan Pangan

Gemariau.com | Selasa, 06 November 2018 - 22:01:56 WIB | dibaca: 70 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan bersinergi dengan pemerintah daerah melaksanakan pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan, pembangunan fisik LPMdan penguatan kapasitas kelembagaan lumbung pangan disertai pemberdayaan masyarakat akan menciptakan kemandirian pangan secara berkelanjutan.

"Melalui pemberdayaan diharapkan dapat dikembangkan lumbung secara mandiri dan berkelanjutan sehingga dapat berperan optimal dalam penyediaan pangan," ujar Agung di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Menurutnya, LPM berperan efektif dalam mendekatkan akses pangan anggotanya. Di mana, ketika panen raya berlangsung maka lumbung akan difungsikan sebagai tempat penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan, di mana saat pasokan berlebih cenderung menurunkan harga gabah.

"Dengan praktik penyimpanan dapat dilakukan pengelolaan stok pangan dan penundaan penjualan. Sampai harga jual yang diterima petani menjadi lebih baik," jelas Agung.

Dia mengatakan, pada saat paceklik maka petani juga dapat memanfaatkan stok yang ada di lumbung untuk diakses oleh anggota kelompok untuk menjaga ketahanan pangan.

Hingga 2016, BKP telah memfasilitasi pembangunan lumbung pangan melalui dana alokasi khusus (DAK) bidang pertanian sebanyak 3818 unit. Untuk 2019 akan dialokasikan pembangunan fisik lumbung baru sebanyak 160 unit.

Selanjutnya, telah difasilitasi pengisian cadangan pangan melalui dana APBN sebanyak 3296 kelompok yang berhasil masuk tahap kemandirian sebanyak 1662 kelompok. Pada 2019, jumlah tersebut akan bertambah sebanyak 443 unit dengan fasilitas berupa bantuan pemerintah untuk pengisian stok lumbung.

Salah satu kelompok lumbung pangan yang berhasil mengembangkan cadangan pangan kelompok yakni LPM Pusaka Mukti di Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis.

Ketua LPM Pusaka Mukti Maman mengatakan, pada awal pembentukan tahun 2014, anggotanya hanya 30 orang mayoritas adalah petani. Kini terus bertambah dan pada Maret 2018 mencapai 120 orang.

Menurut Maman, jumlah itu terus bertambah sehingga semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaat lumbung pangan pada musim paceklik.

"Lumbung ini kan dibuat untuk kemanfaatan bersama. Jadi, kami berupaya agar sebanyak mungkin warga desa bisa mendapat manfaat, misal untuk memenuhi kebutuhan pangan saat paceklik," jelasnya.

Selain mendapat bantuan pembangunan fisik lumbung di tahun 2015, menurut Maman, kelompoknya mendapat bantuan dana untuk pengisian cadangan pangan sebesar Rp 20 juta. Dana dimanfaatkan untuk membeli stok cadangan pangan sebesar empat ton gabah.

Selain menjalankan rutinitas pengelolaan cadangan pangan, LPM Pusaka Mukti juga melakukan aktivitas simpan pinjam bagi anggota. Simpanan ini dipergunakan untuk membantu hal-hal yang bersifat sosial. Anggota dapat meminjam sampai satu kwintal gabah dengan penambahan pengembalian sukarela.

"Rata-rata penambahan pengembalian setiap satu kwintal ada lima kilogram gabah," imbuh Maman. [rml/red]



comments powered by Disqus