Kab. Pelalawan

KADIS LINGKUNGAN HIDUP PELALAWAN : HASIL LAB BELUM KELUAR, KALAU KELUAR AKAN KITA PUBLIKASIKAN

Gemariau.com | Selasa, 16 Februari 2021 - 16:57:58 WIB | dibaca: 172 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - PELALAWAN, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan Eko Novitra berjanji akan mempublikasikan hasil Lab Limbah PT INDOSAWIT SUBUR  (IIS) terkait jebolnya Limbah PT INTI INDOSAWIT SUBUR beberapa minggu lalu.

Keterangannya hingga hari ini hasil Lab belum keluar, jika keluar akan segera dipublikasikan, "Belum keluar, nanti kalau keluar akan dipublikasikan" sebutnya kepada gemariau.com tanggal 16 pebruari 2021.

Sebelumnya Ketua Komisi II Abdul Nasib SE yang dihubungi media beberapa waktu lalu mengatakan sedang menunggu hasil Lab dari DLH serta meminta agar  DLH transparan dalam hal ini.

Seperti yang diberitakan sebelumya, dampak dari jebolnya Tanggul Kolam Limbah PT IIS ini telah mencemari Aliran Sungai Pematang sehingga warna Air Sungai berubah menjadi hitam dan kotor.

Diduga semua ini akibat kelalaian perusahaan dalam mengawasi dan mengelola limbahnya sehingga tiga tanggul limbah jebol dan cemari Sungai Pematang yang alirannya bermuara ke sungai Air Hitam Desa Air Hitam Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau.

Keterangan dari PT IIS kepada DLH Kabupaten Pelalawan bahwa Tiga Tanggul Kolam Limbah yang jebol itu sebelumnya sudah tidak diaktifkan karena perusahaan sudah menerapkan penggunaan Biogas pada kolam tersebut (Primary Anaerobic Pound 1) dan hasilnya layak sudah dialirkan Land Aplikasi,keterangan tersebut harus didalalami lagi kebenaran nya.

Beberapa kalangan masyarakat Desa Air Hitam dan Bagan Limau yang tak mau namanya publikasikan ketika bertemu media mengatakan sungai pematang dalam keadaan Tercemari, berharap Pemerintah segera memberikan tindakan tegas terhadap PT IIS. 

"Sekarang kami tidak bisa lagi MOPE lagi (mengail,memancing) di sungai pematang karena kondisi Sungai yang berisi Limbah Pabrik PT IIS," 

Lanjutnya "berkisar tiga tahun lalu juga terjadi hal yang sama dan ribuan ekor ikan mati, ujung ujungnya kami masyarakat bawah ini yang dirugikan," kesalnya.

Penulis : Oloan Roy





 






comments powered by Disqus