Hukrim

Masuk ke Batam Setelah Transit Beberapa Negara.

Jaringan Pengedar Narkotika Internasional Dibekuk

Gemariau.com | Kamis, 11 Januari 2018 - 11:00:11 WIB | dibaca: 70 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, TANJUNGPINANG – Aparat terkait nampaknya harus lebih maksimal memberantas peredaran narkotika. Tidak saja dilakukan jaringan pengedar dalam negeri, ternyata jaringan pengedar internasional telah melirik Indonesia sebagai salah satu negara tujuan pemasukan barang haram tersebut.

Buktinya, Minggu, (07/01/2018), Dirresnarkoba Polda Kepri bekerjasama Polresta Barelang, KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, dan Kantor Pos Batam Center berhasil mengamankan kurir jaringan berinisial Y F. Pria ini diketahui warga Jalan Cipta Puri RT 002 RW 009 Kelurahan Tiban Baru, Kecamatan Sekupang Kota Batam. Saat diamankan, pelaku tengah menunggu kiriman tiga paket karton daun Khat yang diduga berisikan narkotika.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S. Erlangga dalam siaran Pres Releasenya menerangkan, si pengirim paket kartun ini tertulis nama Muluken Ayalew Assefa dengan alamat negara Ethiopia.

”Dari hasil penyidikan, pemilik dari tiga karton daun Khat yang diduga Narkotika tersebut adalah Ahmed Said berasal dari negara Yaman,” kata Erlangga, Rabu, (10/1/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

Pengiriman narkotika tersebut melalui Kantor Pos oleh penjual di Ethiopia. Bukti pengiriman disampaikan penjual kepada Ahmed Said sebagai pembeli. Dengan cara Ahmed Said menghubungi tersangka Y F Untuk mengambil barang ke Kantor Pos Batam.

”Setelah diterima tersangka Y F, maka paket tersabut akan dibawa ke MaIaysia, tempat Ahmed Said,” katanya.

Pengiriman dari Ethiopia melalui beberapa negara, seperti India, Philipina, Thailand dan Jakarta. Dari Jakarta, selanjutnya dikirim ke Batam menggunakan jasa kantor Pos menggunakan Kapal Kelud. Dari Jakarta dikirim ke Batam Via Kantor Pos dan ditujukan kepada tersangka Y F dengan Alamat di Jalan Cipta Puri RT 002 RW 009 Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang Kota Batam.

Untuk upah yang diberikan kepada tersangka YF sebesar 1.500 RM. Barang yang ditangkap tersebut adalah pengiriman yang ke 12. Selanjutnya dikasus yang berbeda yaitu narkotika jenis Sabu. Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak empat orang dan satu orang lainnya sedang dalam proses sidik oleh Ditresnarkoba Polda Kepri. Dengan modus operandi yang sama, yaitu membawa narkotika jenis sabu melalui Terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim, Kota Batam.

Pelaku masing-masing berinisia M alias M bin J, AM alias A bin S (perkaranya sedang disidik di Ditresnarkoba Polda Kepri), AP alias A bin MA, R alias W bin AB, dan M alias P alias H Bin M. Semua tersangka diamankan pada hari yang sama, yakni Minggu (7/01/2018) dengan waktu yang berbeda-beda.

Para tersangka merupakan calon Penumpang Pesawat Lion Air tujuan Surabaya, dan barang bukti Narkotika jenis Sabu berasal dari Negara Malaysia. Selanjutnya tersangka diserahkan kepada Ditresnarkoba Polda Kepri berikut barang bukti guna proses lebih lanjut.

Selain itu, tiga teman tersangka berhasil diamankan di Bandara Soekarno Hatta setelah dilakukan koordinasi dengan petugaas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta. Selanjutnya ketiga orang ini diserahkan Bea dan Cukai ke Polres Bandara Soekarno Hatta. Mereka berinisial IH Bin I, Z Bin H, dan M Bin H. (grc)



comments powered by Disqus