Hukrim

Ini Alasan Polri Tidak Menahan Dai Akhir Zaman

Gemariau.com | Jumat, 19 Januari 2018 - 03:06:49 WIB | dibaca: 125 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Polisi tidak menahan Ustadz Zulkifli M Ali. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan alasan mengapa jajarannya tidak melakukan penahanan terhadap ustadz dai akhir zaman itu.

"Ini kepada semua, kasus secara umum, ditahan dan tidak ditahannya seseorang walaupun dia tersangka itu ada beberapa alasan subyektif penyidik," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/1).

Antara lain pertimbangannya yaitu, jika seseorang ditahan karena dikhawatirkan melakukan perbuatan pidananya kembali serta menghilangkan barang bukti.

"Kalau contoh seperti itu tadi dia tidak mungkin misalnya oh dia tidak mungkin (ditahan)," terang Setyo.

Namun untuk Ustadz Zulkifli, terang Setyo, penyidik yakin bahwa tidak akan mengulangi tindakan yang dianggap pidana. Selain itu dalam aturan KUHP tindak pidana dengan ancaman kurungan penjara di bawah lima tahun boleh tidak ditahan.

"Di atas 5 tahun dan ada beberapa pasal tertentu yang harus ditahan kecuali dia bisa myakinkan penyidik tidak akan menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan," terang Setyo.

Kemarin, setelah diperiksa selama empat oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Ustadz Zulkifli dipersliahkan kembali berdakwah dengan kata lain tidak ditahan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

"Dengan izin Allah sudah disampaikan pak Dir (Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Pol Fadil Imran) bilang untuk dipersilakan kembali berdakwah," kata Zulkifli usai diperiksa di Ditsiber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta, Kamis (18/1).

Terkait materi pemeriksaannya, Zulkifli mengaku hanya menjelaskan kepada penyidik apa yang dikatakan dalam video ceramahnya, bahwa hal tersebut merupakan hadist yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Tidak lepas dari hadist Nabi tentang akhir zaman di mana di muka bumi ini merata kekacauan dan itu mulai kita rasakan ketika Rasul mengatakan saat Arab Saudi berlomba mempereperebutkan kekuasaan," urainya. [rmol/grc]



comments powered by Disqus