Peristiwa

Indonesia banjir bandang, tanah longsor menewaskan sedikitnya 21, menghancurkan ratusan rumah

Gemariau.com | Sabtu, 13 Oktober 2018 - 02:23:38 WIB | dibaca: 87 pembaca

Penduduk desa berdiri di dekat rumah yang rusak setelah banjir menghantam desa Nagari Tanjung Bonai, di Tanah Datar, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia 12 Oktober 2018. Antara Foto

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di Indonesia telah menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 11 anak sekolah, meninggalkan 15 orang hilang, dan menghancurkan ratusan rumah, kata pihak berwenang pada hari Sabtu (13/10/2018).

Lebih dari 500 rumah di provinsi Sumatera Utara dan Barat telah banjir atau rusak, dengan beberapa hanyut oleh banjir, yang juga menghancurkan tiga jembatan gantung, kata seorang pejabat bantuan bencana.

"Evakuasi serta operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung," kata Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara badan mitigasi bencana BNPB. "Tapi desa-desa yang terkena dampak berada di pegunungan dan aksesnya sulit, karena jalan rusak."

Di Sumatra Utara, 11 anak yang belajar di sekolah desa Islam meninggal setelah dinding kelas mereka runtuh ketika sungai terdekat meluap pada hari Jumat.

"Para korban dimakamkan di semburan lumpur dan puing-puing dinding," tambah Sutopo.

Tim penyelamat sedang mencari seorang siswa yang masih hilang dari 29 di kelas pada saat itu, tetapi telah mencatat semua sisanya, kepala polisi daerah Irsan Sinuhaji mengatakan kepada Reuters, menambahkan bahwa pihak berwenang sedang memeriksa orang lain yang mungkin hilang.

Dua orang ditemukan tewas pada hari Sabtu setelah kendaraan mereka tersapu oleh sungai.

Empat orang tewas di tanah longsor di kota Sibolga di Sumatera Utara, sementara banjir bandang di Sumatra Barat menewaskan empat orang lagi, termasuk dua anak. (*)


sumber : reuters



comments powered by Disqus