Kab. Rokan Hilir

Hitungan Menit Panitia Pelaksana PILPENG Tanjung Leban Diskulifikasikan 4 Balon Penghulu

Redaksi Gemariau | Jumat, 11 Agustus 2017 - 00:29:55 WIB | dibaca: 385 pembaca

Wandri (35) Balon Pilpeng Lanjung Leban yang Tidak lolos

Berita Terkait :

Gemariau.com, Kubu -  Bakal Calon (Balon) pemilihan Penghulu (Pilpeng) merasa kecewa dan merasa terhina atas sikap panitia pelaksana pilpeng Tanjung Leban Dalam hitungan Menit Panitia Pelaksana Pemilihan Penghulu tanjung leban langsung umumkan di khalayak ramai bahwa dari 11 orang yang memasukan bahan persyaratan pendaftaran bakal calon datuk penghulu tanjung leban, 7 orang di nyatakan lolos dan 4 orang dinyatakan gugur, Rabu lalu (9/8) di sekretariat panitia pelaksana Pilpeng Tanjung leban yang bertempat di Kantor Penghulu Tanjung Leban jalan safi’i jais, Kepenghuluan Tanjung Leban, Kecamatan Kubu, kabupaten Rokan Hilir.

Hal ini di sampaikan oleh wandri (35)  salah satu Balon Datuk Penghulu Tanjung leban Yang dinyatakan Tidak Lolos oleh panitia pilpeng tanjung leban kepada tim redaksi Gemariau.com via whatsapp nya kamis (10/8) menerangkan bahwa ia merasa kecewa dan merasa seperti dipermainkan  atas sikap panitia pilpeng tanjung leban yang langsung memfonis bahwa dirinya tidak lolos,

“panitia sepertinya mempermainkan saya sebelum nya mereka (panitia-red) telah mengetahui tentang persyaratan saya yang kurang satu karena belum ada penjelasan dari panitia sebab belum saya buat dan setelah saya buat panitia menyatakan saya gugur karena persyaratan kurang satu,” terang nya.

Lebih lanjut wandri menjelaskan kronologi kejadian berawal waktu ia memasukan berkas persyaratan pendaftaran menjadi bakal calon Penghulu Tanjung Leban sekira pukul 15.30 WIB dan panitia pelaksana langsung memeriksa berkas persyaratan dan menyatakan bahwa persyaratan nya kurang satu yaitu surat pernyataan bersedia bertempat tinggal didaerah pemilihan jika terpilih jadi penghulu tidak ada, sementara itu ia sempat  bertanya kepada panitia pelaksana,

 “apakah surat penyataan bersedia bertempat tinggal didaerah pemilihan itu perlu juga untuk warga yang lahir ditanjung leban ini bahkan sempat menjabat sekdes selama 10 tahun atau bagi warga lain bukan tempatan,” Ujar wandri mengulang ucapan nya waktu dikantor penghulu.

Namun panitia tidak bisa menjawab dan akhir nya wandri di perintah agar membuat surat pernyataan itu, sekira pukul 15.30 WIB ia langsung bergegas membuat surat pernyataan itu. Begitu surat siap mendadak listrik (PLN) mati akhir nya surat pernyataan tidak bisa cetak diprint dan tepat pukul 16.00 WIB Ketua panitia Muhamad bastian langsung mengumumkan bahwa wandri dan tiga rekan calon penghulu lain nya dinyatakan didiskualifikasi dan langsung diumumkan dikhalayak ramai.

Dengan alasan bahwa dirinya (Wandri) dinyatakan tidakl lolos disebabkan berkas tidak lengkap dan Guslan (mantan kaur Pemerintahan Tanjung leban) tidak bisa menunjukan kopian berkas, sementara Wira satria dinyatakan tidak lolos karena tidak ada surat pengunduran diri dari ketua panwas karena ia sebelum nya menjabat sebagai panwas , lalu  Subur sebelum nya jadi panitia tidak ada melampirkan surat pengunduran diri dari ketua panitia, papar nya.

Harapan guslan agar pihak terkait dalam hal  pemilihan penghulu agar segera mengkrocek kembali masalah ini, menurut nya  panitia semena-mena menjatuhkan bakal calon dengan alasan yang sepele.

“panitia menjatuhkan Bakal Calon dengan sepele, mereka (Panitia pelaksana) lupa bahwa mereka sudah berjanji dan memerintahkan saya agar menyiapkan persyaratan, namun begitu siap mereka tidak terima dengan alasan waktu sudah habis,” ungkap wandri.

Sementara itu panwas pemilihan penghulu yang di ketuai oleh Ramlan dari unsur BPKep tidak ada komentar apapun bahkan Cuma diam dan seakan akan tidak ada terjadi apa-apa tidak ada peduli dengan masalah ini dan ketika dikomfirmasikan  via ponsel nya tidak aktip,(gr/zul).



comments powered by Disqus