Kab. Pelalawan

Hampir Setiap Malam SPBU Lubuk Terap Layani Pengisian BBM Subsidi Menggunakan Jerigen

Gemariau.com | Senin, 27 Juli 2020 - 00:36:20 WIB | dibaca: 583 pembaca

Berita Terkait :

Gemariau.com - Pelalawan, SPBU Lubuk Terap diduga kerap melayani pembeli BBM menggunakan jerigen. Walaupun pengisian dan pembelian memakai jerigen itu dilarang namun aktifitas tersebut terlihat lancar lancar saja tanpa ada kendala apapun.

Pantauan media hampir setiap malam SPBU ini melayani pembeli BBM jenis Premium dan Solar memakai jerigen.  Aktifitas pengisian jerigen ini biasanya dilakukan mulai Pukul 23.00 wib malam hingga dini hari.

Bahkan pengisian jerigen ini juga dilakukan secara terang terangan dan terbuka sehingga ratusan jerigen yang ngantri didalam areal hingga diluar areal SPBU ramai bagai sebuah tontonan.

Informasi yang diterima media dari Pengepul yang tidak ingin disebutkan namanya, untuk mendapatkan BBM jenis bensin mereka harus rela mengeluarkan uang Lima Belas Ribu Rupiah perjerigen nya, biaya tersebut biasanya langsung diberikan ke operator, dan biasa disebut DO.

Memang ada Pembeli BBM Jenis Premium dan Solar untuk dijual di kios minyak sendiri, Namun ada juga beberapa orang oknum pengepul yang setiap malam membeli dan mengangkut puluhan jerigen premium dan Solar memakai mobil Pick Up dengan cara dilangsir. Diduga kuat BBM tersebut dijual keluar daerah dengan tujuan perusahaan kontraktor demi keuntungan yang lebih besar lagi. 

Walaupun Kerja ilegal ini bertentangan dengan UU no 22 tahun  2001 pasal 55 tentang Migas.
"Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)." 

Namun Aktifitas Ilegal ini telah berjalan sangat lama dan lancar tanpa hambatan. Seakan akan pemilik SPBU dan Mafia BBM Subsidi tersebut tak termakan oleh Hukum. 
 
Beberapa kali media mencoba menghubungi pihak pengelola untuk konfirmasi namun tidak pernah dapat ditemui. Ketika dihubungi lewat HP juga nomor nya tidak dapat dihubungi. 

Diharap kepada Pertamina agar segera menertibkan semua aktifitas yang berbau ilegal di SPBU ini. 

Sebab jika dibiarkan penyalahgunaan BBM bersubsidi hanya akan menguntungkan pihak pihak tertentu saja, serta penyaluran BBM subsidi yang tidak tepat sasaran akan merugikan masyarakat dan Negara. (Olo)







 











comments powered by Disqus