Peristiwa

Empat Pekerja Tambang Nikel di Malut Tertimbun Longsor, 2 Tewas

Gemariau.com | Minggu, 10 Maret 2019 - 08:14:29 WIB | dibaca: 341 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM -  Empat karyawan perusahaan tambang nikel PT Bhakti Pratiwi Busantara atau (BPN) yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Minggu 10 Maret 2019 dilaporkan tertimbun longsor. Dua pekerja dilaporkan tewas.

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Andri Harianto, mengatakan peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu dini hari, di mana empat karyawan Subkontraktor PT BPN yakni Anto Pipa, yakni Yusuf Lini, Bayu Hendra, Togo dan Novian tengah melakukan pekerjaan penggarukan material tanah biji Nikel atau Ore di Kilometer 15 Gunung Moro-moro, area tambang PT Bhakti Pratiwi dengan mengunakan alat berat.

Tiba-tiba tumpukan tanah yang berada di atas bukit sisa penggalian longsor dan menimbun keempatnya sekaligus alat berat yang digunakan.

"Kejadian pada Minggu dini hari pukul 03.00 WIT di mana keempatnya sedang melakukan penggalian di sekitar tambang dan tiba-tiba tanah di atas mereka longsor menimbun mereka," kata AKBP Andri Harianto.

Dua pekerja yang tertimbun longsor ditemukan tewas, atas nama Anto Pipa asal Desa Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah dan Yusuf Lini asal Toraja. Satu korban lainnya yakni Novian asal Manado Sulawesi Utara ditemukan selamat dan satu karyawan atas nama Bayu Hendra Togo hingga malam ini belum ditemukan.

"Kita tim gabungan TNI/Polri masyarakat dan pihak perusahaan masih melakukan evakuasi satu korban yang belum ditemukan," ujar Kapolres.

Sementara pihak PT BPN mengaku siap bertanggung jawab secara teknis, hukum dan sosial atas insiden longsor yang memakan korban karyawan mereka.

"Dari awal mendapatkan informasi, kami manajemen akan bertanggung jawab, akan melakukan pencarian sisa korban yang belum ditemukan sampai beberapa hari ke depan," ujar Bahri, Manajer PT BPN. Ia mengaku sejauh ini belum membutuhkan bantuan Tim SAR.(viva/gr)



comments powered by Disqus