Kab. Pelalawan

DIDUGA OKNUM APARAT DESA LAKUKAN PUNGLI KEPADA WARGA

Oloan Roy | Selasa, 21 Agustus 2018 - 11:19:38 WIB | dibaca: 315 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM- PELALAWAN, walaupun pungutan liar apapun jenisnya dan berapa pun jumlah nya dilarang oleh Presiden RI, namun tidak begitu yang dilakukan oleh oknum aparat sebuah Desa di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau yang di duga kuat berani melakukan pungutan liar (pungli) kepada warganya yang mengurus surat tanah.

Masalahnya biaya untuk mengurus surat tanah kebun tingkat Desa dipatok dengan biaya yang sangat tinggi yaitu Dua Juta Seratus Ribu (2.100.000) rupiah persurat,dan diduga jumlah warga yang telah menyuratkan tanah tersebut diduga jumlahnya sudah ratusan buah surat.

Anehnya dugaan Kong kalikong sesama oknum aparat Desa selama ini terbungkus rapi seakan akan perbuatan ini Legal dan tanpa masalah sehingga perbuatan melawan Hukum ini berjalan Dengan lancar selama beberapa bulan lamanya.

Oknum Kepala Desa dimaksud saat dikonfirmasi tentang informasi kebenaran dugaan pungli tersebut mengatakan kepada gemariau.com lewat pesan WhatsApp nya mengatakan "siapa yang bilang? siapa yang terima? jumpalah kita dulu klarifikasi agar tidak salah faham" katanya,namun setelah ditunggu selama dua hari untuk klarifikasi oknum kades tidak juga muncul.

Memang keberanian oknum aparat Desa ini untuk menyuratkan tanah warga dapat di acungi jempol karena saat kepemimpinan Kepala Desa yang sebelumnya lahan warga masyarakat tersebut belum pernah dibuatkan surat mungkin karena sesuatu hal. dan setelah kepemimpinan Kepala Desa sekarang menjabat sanggup membuatkan surat tanah tersebut. tetapi diduga kuat oknum tersebut berani karena harga administrasi pembuatan surat cukup lumayan mahal.

Warga Desa dimaksud yang ditemui media gemariau.com dikediaman nya mengatakan karena ingin tanah kebunnya memiliki surat walau dengan harga (Dua Juta Seratus Ribu) rupiah per surat pun mereka siap membayar.namun disayangkan situasi tersebut justru dibuat kesempatan sebagai ajang pungli oleh Oknum perangkat Desa tersebut.

Walaupun selama ini telah banyak pejabat negara yang tertangkap karena kasus pungli namun tidak membuat pejabat Desa tersebut gentar bahkan berani mematok harga tinggi untuk sebuah surat tanah yang status lahannya masih abu abu.    *Bersambung kebagian dua*     (OLO)







comments powered by Disqus