Peristiwa

Dari Rumah Terduga Teroris Mojokerto, Disita 28 Buku Jihad

Gemariau.com | Kamis, 17 Mei 2018 - 19:00:42 WIB | dibaca: 135 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, MOJOKERTO - Polisi memastikan tidak ada bom maupun bahan peledak yang ditemukan di rumah terduga teroris Mojokerto. Petugas hanya menyita 28 buku terkait ajaran jihad.

Kapolresta Mojokerto AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan, usai penangkapan dua terduga teroris oleh Densus 88 Antiteror, pihaknya membantu melakukan penyisiran di rumah yang ditinggali terduga teroris tersebut.

Rumah ini terletak di Dusun Betro Barat, RT 2 RW 3, Desa Betro, Kemlagi.

"Kami sudah menyisir rumah TKP, Alhamdulillah tak ditemukan benda membahayakan," katanya kepada wartawan di lokasi, Kamis (17/5/2018).

Barang bukti yang ditemukan, lanjut Sigit, hanya puluhan buku. "Hanya buku terkait aktivitas jihad yang kami amankan dari lokasi," ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto AKP Suharyono menambahkan, jumlah buku terkait ajaran jihad yang disita dari rumah terduga teroris mencapai puluhan. Buku-buku tersebut untuk sementara diamankan di
Polresta Mojokerto.

Baca juga: 2 Terduga Teroris yang Ditangkap di Mojokerto Bapak dan Anak

"Jumlah bukunya 28 buah, masih kami koordinasikan dengan pihak Densus 88, sementara kami amankan di Polresta Mojokerto," terangnya.

Densus 88 Antiteror menangkap dua pria terduga teroris di sebuah rumah Desa Betro, Kemlagi, Mojokerto, Kamis (17/5/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Kedua orang yang ditangkap adalah bapak dan anak.

Si bapak diketahui bernama Sutrisno (52), sedangkan anaknya Lutfi (27). Selain itu, Polresta Mojokerto mebawa istri Sutrisno dan Lutfi ke Mapolsek Kemlagi untuk dimintai keterangan.(detik/gr)



comments powered by Disqus