Peristiwa

BK DPRD Pekanbaru Sudah Panggil Zainal Arifin dan Ade Candra Terkait Pengancaman Wartawan

Gemariau.com | Senin, 06 Agustus 2018 - 13:42:59 WIB | dibaca: 112 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Kasus dugaan pengancaman yang dilakukan oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin kepada wartawan Ade Candra, sudah ditindaklanjuti Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru.

Pada Jumat (3/8/2018) kemarin, BK telah memanggil Zainal Arifin, sesuai laporan dugaan pengancaman terhadap jurnalis salah satu media online bernama Ade Candra yang kesehariannya melakukan peliputan di DPRD Kota Pekanbaru.

Dimana, Ade Candra yang melaporkan Zainal Arifin ke BK, mengaku bahwa dirinya merasa diancam oleh Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin dengan kata-kata yang diduga berkaitan dengan pemberitaan yang dia ditulis. Ancaman itu dia terima melalui pesan singkat seluler.

"Iya, sudah kita panggil, masih diskusi, kita mediasi. Kemarin anggota BK ada 4 orang dan hadir Zainal yang kita panggil, kemudian di waktu berbeda dipanggil juga Ade Candra, kami dengarkan keterangan kedua belah pihak," kata Ketua BK DPRD Kota Pekanbaru Hj Masni Ernawati, saat dikonfirmasi, Senin (6/8/2018).

Hasil dari diskusi dan keterangan Zainal Arifin, kata BK, disampaikan bahwa Zainal telah melayangkan permintaan maaf kepada Ade Candra melalui pesan singkat SMS beberapa hari setelah ancaman itu. "Kita lihat dan dengar, Zainal ada itikad baik, dia sudah minta maaf, meskipun baru melalui SMS," sebut Erna.

Kedepan, BK juga akan mengkonfirmasi dan memanggil ulang Ade Candra untuk tindak lanjut hasil pertemuan BK dengan Zainal tersebut, dimana Zainal memiliki itikad baik untuk meminta maaf atas kekhilafannya.

"Kita panggil pak Ade Candra lagi, kebetulan kan sekarang beliau sedang ke luar negeri, sepulang dari luar negeri nanti kita langsung panggil lagi," sebut Erna.

BK dalam hal ini, lanjut Erna, sebagai mediasi antara Anggota DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin dan wartawan Ade Candra, agar kasus ini tidak berlarut dan berkepanjangan. BK juga berharap kasus ini cepat diselesaikan dan kedua belah pihak berlapang dada mengakui kesalahan dan saling memaafkan.

"Harapan kita begitu, karena kita kan mitra. Kita lihat nanti bagaimana tanggapan dari Ade Candra lagi, intinya bagaimana nanti kita bisa duduk bersama," pungkasnya.

Sementara itu, Zainal Arifin saat dikonfirmasi Senin pagi mengakui bahwa dirinya telah memenuhi panggilan BK pada Jumat jelang akhir pekan kemarin. Dia juga menyampaikan kronologis dugaan pengancaman itu ke BK.

"Sebenarnya ini miskomunikasi aja, komunikasi tidak lancar. Sudah saya sampaikan kronologis kepada BK," kata Zainal.

Diterangkannya, bahwa kata-kata "selesaikan secara jantan" dalam pesan elektroniknya kepada Ade Candra bukanlah bertujuan untuk mengancam, melainkan untuk bertemu bersama secara gentleman, sportif.

"Sportif, kita kan laki-laki. Kita duduk, bicarakan baik-baik. Karena berita itu kemarin belum ada konfirmasi, biasanya berita saya ada konfirmasi. Makanya saya berharap gentleman," tuturnya.

Zainal juga mengakui bahwa dia telah meminta maaf kepada Ade dan dia juga tak ingin perkara ini dibesar-besarkan. Sebab, saat dia menyampaikan bahasa yang bernada ancaman tersebut melalui seluler kepada Ade Candra, dalam kondisi emosi tidak terkontrol.

"Karena saya hubungi Ade Candra, handphone dia matikan, ditambah lagi di sini ada teman-teman yang membuat saya panas akhirnya terlontar kata-kata itu. Berkelahi tak mungkin, saya anggota dewan, kalau ada yang menafsirkan lain boleh-boleh aja," ujarnya.

Dia juga mengakui bahasa yang bernada ancaman itu terlontar dilatarbelakangi berita. Dimana, wartawan Ade Candra tersebut dia nilai telah membuat berita yang menyudutkan dirinya sebagai Anggota DPRD Pekanbaru tanpa ada konfirmasi. Namun setelah kasus ini, Zainal mengaku tidak ingin memperpanjang.

"Harusnya saya yang terzolimi ini, harusnya saya yang melapor, ternyata kan tidak, tapi tak ada masalah. Kita kan jumpa terus, tidak pun di DPRD di luar juga kita ketemu, kita mitra," paparnya.

Terkait berita yang disebut tidak berimbang, apakah Zainal akan layangkan hak jawab, dia menerangkan bisa saja dilakukan setelah persoalan di BK selesai, namun langkah itu tidak terlalu digubrisnya karena Zainal tak ingin persoalan ini diperpanjang. Karena dia dan Ade Candra sehari-hari juga bertemu di DPRD Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Ade Candra dikonfirmasi melalui selulernya mengatakan bahwa memang pada Jumat kemarin dia telah memenuhi panggilan BK, dia juga sudah mendengar pengakuan Zainal yang disampaikan BK, bahwa Zainal memiliki itikad baik untuk meminta maaf. Ade Candra juga menegaskan bahwa dirinya berharap proses pengaduan ini menghasilkan keputusan yang nantinya akan dibawa ke Mahkamah Konsitusi (MK) Partai.

"Saya berharap BK mengeluarkan keputusan resmi masuknya laporan saya ini setelah dilakukan kajian dan menggali keterangan kedua belah pihak. Sebagai umat muslim saya memaafkan, tapi secara hukum saya meminta pengaduan ini menghasilkan keputusan, karena ini upaya pelecehan terhadap profesi kewartawanan," pintanya.(gr)

 

Sumber : Data Riau



comments powered by Disqus