Peristiwa

BIN Siap Bantu Habib Rizieq soal Bendera Tauhid di Saudi

Gemariau.com | Kamis, 08 November 2018 - 20:52:22 WIB | dibaca: 61 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM - Meski sempat dituding sebagai pihak berada di balik penahanan Habib Rizieq Syihab di Arab Saudi, namun Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan tak menaruh dendam. Bahkan BIN siap membantu Rizieq menghadapi masalah di Saudi, termasuk dalam kasus bendera tauhid yang mengakibatkan Rizieq ditahan 28 jam.

"BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan, termasuk memberikan jaminan atas pelepasan HRS," kata juru bicara Kepala BIN, Wawan Hari Purwanto, dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (8/11/2018).

Setelah ditahan dan diperiksa intelijen Saudi, tepatnya pada Selasa (6/11) pukul 20.00 WIB kemarin, Rizieq telah dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekah. Rizieq dilepas dengan jaminan, meski belum jelas betul jaminan apa yang dimaksud.

BIN dituding Rizieq berperan merekayasa kondisi sedemikian rupa sehingga Rizieq diperiksa dan ditahan aparat Saudi. Rizieq ditahan karena ada laporan warga terkait bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di tembok belakang kediaman Rizieq di Mekah. BIN menegaskan tidak terlibat dalam penangkapan Rizieq di Saudi.

"BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas, sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, dimana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda," kata Wawan.

Dijelaskan Wawan, BIN bertugas melindungi semua warga Indonesia, termasuk Rizieq. BIN tidak menganggap Rizieq sebagai musuh. Terkait posisi politik Rizieq yang berseberangan dengan pemerintah, BIN tak masalah dengan hal itu.

"BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja. BIN ingin agar anak bangsa ini tidak terpecah karena beda pandangan. Perbedaan adalah memperkaya khasanah kebangsaan dan bukan alasan untuk terpecah," tutur Wawan.

BIN tak mengenal istilah kriminalisasi. "Tidak benar ada dendam politik. BIN adalah lembaga negara yang tetap ada meskipun silih berganti kepemimpinan nasionalnya, dan berkewajiban menjaga agar program pembangunan berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat," kata dia. (*)


Sumber : detik.com



comments powered by Disqus