Moment

ASN dan Honorer DLH Wajib jadi Nasabah Bank Sampah

Gemariau.com | Rabu, 28 Maret 2018 - 15:20:54 WIB | dibaca: 48 pembaca

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, BENGKALIS - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis mewajibkan para ASN maupun honorer termasuk tenaga harian lepas (THL) di DLH menjadi nasabah bank sampah. Sebagai nasabah, mereka diwajibkan untuk menyetor sampah daur ulang dari rumah masing-masing setiap satu minggu sekali.

"Saya wajibkan mereka untuk membawa sampah ke kantor. Kita timbang di sini (kantor,red) kemudian setelah ditimbang, sampahnya di bawa ke bank sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan (DLH) Kabupaten Bengkalis, H Arman AA kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/3/2018).

Dikatakan, kewajiban membawa sampah dari rumah tersebut secara efektif berlaku mulai minggu ini dan akan berlanjut hingga minggu-minggu berikutnya. Adapun sampah yang telah ditimbang tersebut akan ditukar dengan uang dan uang yang diperoleh disimpan dalam rekening bank sampah masing-masing ASN dan honorer serta THL.

“Semakin banyak sampah daur ulang yang disetor, semakin banyak pula uang yang mereka tabung. Uang ini bisa diambil sewaktu-waktu,” ujar Arman seraya menambahkan kalau diirinya juga memiliki rekening bank sampah.

Pada setoran perdana ini, sambung Arman, berat sampah yang disetor oleh masing-masing ASN maupun honorer cukup bervariasi dengan total berat sampah setelah dikumpulkan mencapai 50 Kg. Andai saja seluruh ASN dan honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melakukan hal yang sama, maka sudah barang tentu jumlah sampah yang kembali dimanfaatkan jauh lebih besar.

"Kalau biasanya sampah-sampah yang bisa didaur ulang ini dibuang begitu saja. Maka dengan adanya kebijakan seperti yang dilakukan di DLH, maka lingkungan lebih bersih, menyadarkan para ASN dan honorer akan pentingnya kebersihan, dan membuat sampah menjadi barang ekonomis. Selain itu dapat pula menambah penghasilan,” ujar Arman lagi seraya mengimbau SKPD lain untuk membuat kebijakan serupa.

Untuk membiasakan para ASN maupun honorer dan THL menyetor sampah, Arman akan menerapkan sanksi. Bagi yang tidak membawa sampah sesuai dengan jadwal, maka akan diberi sanksi berupa denda. ASN diwajibkan untuk membayar Rp50 ribu sedangkan bagi honorer atau THL wajib membayar Rp10 ribu. Sedangkan bagi ASN yang keluar daerah dalam rangka dinas, maka pada minggu berikutnya harus membawa sampah dua kali lipat.

"Uang denda itu bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk kebersamaan juga karena akan dimasukkan dalam infak kantor,” kata Arman. (gr)



comments powered by Disqus