Nasional

Presiden Ancam Copot Jika Tak Bisa Atasi Karhutla,

Ini Jawaban Kapolda Riau pasca Statement Presiden

Gemariau.com | Rabu, 07 Februari 2018 - 16:58:17 WIB | dibaca: 147 pembaca

Ilustrasi net

Berita Terkait :

GEMARIAU.COM, PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau menyatakan akan menghadapi dua tantangan berbeda pada 2018 ini, yakni penyelenggaraan pesta rakyat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serta penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.

Kepala Kepolisian Daerah Riau, Inspektur Jenderal Pol Nandang kepada Antara di Pekanbaru, Rabu menuturkan bahwa dua hal tersebut merupakan prioritas seluruh jajarannya pada tahun ini.

"Dua-duanya penting, tetap menjadi prioritas dan keduanya merupakan (bagian dari) agenda nasional," katanya.

Nandang optimis bahwa Polda Riau dapat menjawab dua tantangan secara bersamaan tersebut. Ia mengatakan Kepolisian akan tetap fokus dalam mensukseskan pesta rakyat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati di Indragiri Hilir.

Secara umum, Nandang menuturkan bahwa pelaksanaan Pilkada telah memiliki jadwal yang ditentukan. Dimulai dari pendaftaran calon kandidat, kampanye hingga pengumuman pemenang kepala daerah.

Sementara itu, untuk pencegahan dan penanganan Karhutla dia menuturkan telah meminta kepada seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) di Riau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, dia juga menuturkan Polisi bersama dengan TNI terus berkoordinasi dan bergerak bersama-sama untuk menhgantisipasi bencana tahunan tersebut.

Terlebih lagi, dia mengatakan pelaksanaan Asian Games 2018 akan menjadi indikator penanganan Karhutla di Provinsi Riau.

"Tahun ini ada even Asian Games (yang salah satu lokasi pelaksanaan) di Palembang. Jangan sampai kegiatan itu terhenti akibat asap," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi peringatan Presiden Joko Widodo dalam pengarahan pengendalian Karhutla 2018 awal pekan ini, yang akan mencopot jabatan Kapolda dan Komandan Resor Militer (Danrem) yang dinilai gagal dalam menangani Karhutla, Nandang mengatakan dirinya siap menjawab tantangan tersebut.

"Sebenarnya ganti mengganti itu dinamikan organisasi. Yang penting bagaimana kita masyarakat Riau bersama seluruh komponen dapat mencegah dan menanggulangi Karhutla bersama," ujarnya.

Dia menuturkan sebelum sejak awal tahun ini telah meminta seluruh Kapolres bertindak serius mencegah Karhutla dengan membentuk sekat-sekat kanal. Begitu juga kepada ratusan Bhabinkamtibmas untuk tidak lelah mensosialisasikan ancaman Karhutla ke masyarakat.(gr)



comments powered by Disqus